SANAD KEILMUAN FORMAL
M. Abdul Azis bin Masduki Yunus
Sanad keilmuan formal merupakan bagian penting dari perjalanan hidup seorang insan pembelajar. Dalam tradisi keilmuan Islam dan pendidikan modern, jalur pendidikan formal tidak berdiri terpisah dari pendidikan pesantren, melainkan saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang utuh secara intelektual, moral, dan spiritual. Hal inilah yang tercermin dalam perjalanan pendidikan formal M. Abdul Azis bin Masduki Yunus, yang ditempuh secara bertahap sejak usia dini hingga pendidikan pascasarjana.
Pendidikan Anak Usia Dini
TK Pertiwi Boweh Rejosari
Pendidikan formal M. Abdul Azis bin Masduki Yunus dimulai di TK Pertiwi Boweh Rejosari. Pada fase pendidikan anak usia dini ini, beliau mulai dikenalkan pada lingkungan belajar yang terstruktur, disiplin dasar, serta nilai-nilai sosial seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian. Masa taman kanak-kanak menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter belajar, keberanian berinteraksi, serta kesiapan mental untuk memasuki jenjang pendidikan dasar.
Di lembaga ini, beliau mulai terbiasa dengan rutinitas pendidikan formal, mengenal dasar-dasar literasi dan numerasi, serta menerima pembiasaan perilaku yang positif. Meskipun pada tahap ini pembelajaran masih bersifat elementer, namun fase ini memiliki peran penting dalam membentuk sikap awal terhadap dunia pendidikan.
Pendidikan Dasar
SD Negeri Rejosari 2/3 Karangawen
Setelah menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus melanjutkan pendidikan dasar di SD Negeri Rejosari 2/3 Karangawen. Pada jenjang ini, beliau mulai menapaki pendidikan formal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Di sekolah dasar, beliau mempelajari berbagai mata pelajaran pokok seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain aspek akademik, pendidikan dasar juga berperan besar dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab pribadi.
Selama menempuh pendidikan di SD Negeri Rejosari 2/3, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus dikenal sebagai pribadi yang tekun dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Lingkungan sekolah yang dekat dengan masyarakat pedesaan turut membentuk kepekaan sosial dan kedekatan beliau dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Pendidikan Menengah Pertama
MTs Nurul Huda Tlogorejo, Tegowanu, Grobogan
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah pertama di MTs Nurul Huda Tlogorejo, Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Madrasah Tsanawiyah ini menjadi titik penting dalam perjalanan pendidikan formal beliau, karena di sinilah pendidikan umum dipadukan secara intensif dengan pendidikan agama Islam.
Di MTs Nurul Huda, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus mendapatkan penguatan ilmu-ilmu keislaman seperti Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam, di samping mata pelajaran umum. Lingkungan madrasah memberikan ruang bagi beliau untuk memperdalam pemahaman agama secara lebih sistematis, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.
Jenjang ini juga menjadi fase awal pembentukan identitas keilmuan Islam dalam diri beliau. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta penghormatan kepada guru mulai tertanam kuat, menjadi bekal penting untuk perjalanan pendidikan selanjutnya.
Pendidikan Menengah Atas
Kejar Paket C – Ar-Rohmah Dolog Kembangarum, Mranggen, Demak
Pada jenjang pendidikan menengah atas, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus menempuh jalur Kejar Paket C di Ar-Rohmah Dolog Kembangarum, Mranggen, Kabupaten Demak. Pilihan jalur pendidikan ini mencerminkan semangat beliau dalam melanjutkan pendidikan formal meskipun dihadapkan pada kondisi dan dinamika kehidupan yang menuntut fleksibilitas.
Melalui program Kejar Paket C, beliau tetap memperoleh hak dan kesempatan pendidikan setara SMA, sekaligus mampu menyesuaikan dengan aktivitas lain, termasuk pendalaman ilmu agama dan pengabdian. Proses ini menunjukkan keteguhan tekad beliau bahwa pendidikan adalah jalan panjang yang harus ditempuh dengan kesungguhan, meskipun tidak selalu melalui jalur konvensional.
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan setara SMA melalui Paket C menjadi bukti ketahanan mental, kemandirian, dan komitmen beliau terhadap pendidikan formal sebagai bagian dari ikhtiar hidup.
Pendidikan Tinggi Strata Satu (S1)
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) IC Demak
Gelar: Sarjana Agama (S.Ag)
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus melanjutkan pendidikan tinggi strata satu di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) IC Demak. Pilihan institusi ini sejalan dengan latar belakang pesantren dan kecintaan beliau terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Di STIQ IC Demak, beliau menempuh pendidikan yang berfokus pada studi Al-Qur’an, tafsir, ulumul Qur’an, serta disiplin ilmu keislaman lainnya. Proses perkuliahan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kedalaman spiritual dan pemahaman metodologis terhadap sumber-sumber ajaran Islam.
Melalui proses akademik ini, beliau berhasil menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag). Gelar ini menegaskan posisi beliau sebagai lulusan pendidikan tinggi Islam yang memiliki dasar keilmuan Al-Qur’an dan keislaman secara formal dan akademik.
Pendidikan Pascasarjana (S2) Tahap Awal
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus melanjutkan studi ke jenjang Strata Dua (S2) di UNISNU Jepara. Beliau mengikuti perkuliahan selama satu semester, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas wawasan akademik dan meningkatkan kualifikasi keilmuan.
Namun, perjalanan studi ini terhenti karena beliau kemudian memasuki fase kehidupan baru, yaitu menikah. Keputusan untuk berhenti sementara dari studi pascasarjana ini mencerminkan sikap tanggung jawab beliau dalam menata prioritas kehidupan, tanpa memutus semangat belajar yang telah tertanam kuat.
Pendidikan Pascasarjana (S2) Lanjutan
Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Gelar: Magister Manajemen (M.M)
Semangat menuntut ilmu M. Abdul Azis bin Masduki Yunus tidak berhenti pada satu fase. Setelah menikah dan menata kehidupan keluarga, beliau kembali melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Pilihan program studi Manajemen menunjukkan keluasan pandangan beliau dalam memadukan latar belakang keilmuan agama dengan ilmu manajemen dan ekonomi modern. Di jenjang ini, beliau mendalami ilmu manajemen, kepemimpinan, perencanaan strategis, serta pengelolaan organisasi dan sumber daya.
Melalui proses akademik yang disiplin dan berkesinambungan, beliau berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Magister Manajemen (M.M). Gelar ini melengkapi sanad keilmuan formal beliau, sekaligus menjadi bekal penting dalam peran sosial, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penutup
Keseluruhan perjalanan pendidikan formal M. Abdul Azis bin Masduki Yunus—dari TK hingga pendidikan pascasarjana—menunjukkan kesinambungan sanad keilmuan yang utuh. Pendidikan agama dan pendidikan umum berjalan beriringan, membentuk pribadi yang tidak hanya memahami ilmu secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab keluarga, dan orientasi pengabdian.
Sanad keilmuan formal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup beliau, melengkapi sanad keilmuan pesantren dan spiritual yang telah ditempuh sebelumnya. Dengan demikian, M. Abdul Azis bin Masduki Yunus hadir sebagai sosok yang menjembatani tradisi keilmuan Islam dan pendidikan modern dalam satu perjalanan hidup yang berkesinambungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar