Untuk almarhum
KH. Ahmad Basyir Mujiz Dalā’il
Di antara dzikir yang lirih dan sholawat yang setia,
namamu disebut dengan penuh hormat,
KH. Ahmad Basyir Mujiz Dalā’il,
seorang penanam cinta pada Rasulullah.
Engkau tidak membesarkan diri dengan suara,
namun dengan istiqamah,
menitipkan jejakmu
pada lisan-lisan yang tak lelah bersholawat.
Dalā’ilul Khairāt menjadi nafas perjuanganmu,
huruf demi huruf kau jaga dengan adab,
agar cinta kepada Nabi
tidak pernah terputus dari generasi ke generasi.
Engkau ajarkan kami
bahwa kemuliaan bukan pada ramai pujian,
melainkan pada sunyi amal
yang Allah catat dengan ridha.
Di majelis-majelis kecil dan besar,
namamu hadir sebagai teladan,
bahwa sholawat adalah jalan aman
menuju ketenangan hidup dan husnul khatimah.
Wajahmu tenang, tuturmu sederhana,
namun hatimu luas seperti samudra mahabbah,
menampung rindu umat
kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Engkau rangkul murid-muridmu
tanpa membedakan latar dan keadaan,
semua dipersatukan
dalam cinta yang sama: Rasulullah.
Dalā’il yang kau amalkan
menjadi pelita di jalan kami,
menerangi langkah yang ragu,
menguatkan hati yang letih.
Engkau tinggalkan dunia
tanpa meninggalkan kebaikan,
sebab sholawat yang kau tanam
terus tumbuh dalam dada para pecinta.
Kini namamu disebut dalam doa,
bukan sebagai kehilangan,
melainkan sebagai amanah
untuk melanjutkan jejak kebaikan.
Wahai guru kami,
meski jasadmu beristirahat dalam tanah,
ruhmu hidup
dalam setiap sholawat yang kami lantunkan.
Kami bersaksi,
engkau mengajarkan cinta tanpa paksaan,
istiqamah tanpa pamrih,
dan khidmah tanpa batas.
Semoga Allah melapangkan kuburmu,
meneranginya dengan cahaya sholawat,
dan menjadikannya
taman dari taman-taman surga.
Semoga engkau dikumpulkan
bersama para sholihin,
para pecinta Nabi,
dan para penjaga sanad mahabbah.
Kami mohon, ya Allah,
terimalah seluruh amal beliau,
ampuni segala khilafnya,
dan lipatgandakan pahalanya.
Alirkan pahala sholawat
kepada beliau tanpa putus,
sebagaimana dulu beliau
mengalirkannya kepada kami.
Jadikan dzurriyat dan murid-muridnya
penjaga Dalā’ilul Khairāt,
penerus cinta,
dan penyambung cahaya.
Wahai KH. Ahmad Basyir Mujiz Dalā’il,
namamu terukir dalam doa kami,
sebagai guru yang menanamkan
cinta paling mulia.
Jika suatu hari kami lemah,
ingatkan kami pada keteladananmu,
bahwa sholawat adalah pegangan
di tengah dunia yang rapuh.
Hingga saat kami menyusul,
iringilah kami dengan doa,
agar kami wafat
dalam naungan cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar