Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Minggu, 08 Februari 2026

Biografi Simbah K. Muhammad Salim Bin K. Abdul Aziz

 

Dok. Makam K. Muhammad Salim setelah acara Haul ke-56 tahun 2026

K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz: Ulama Kampung Penjaga Tradisi Ilmu dan Dakwah di Rejosari–Karangawen

A. Identitas dan Latar Belakang Keluarga

K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz merupakan salah satu ulama kharismatik yang memiliki pengaruh kuat bagi masyarakat di wilayah Ploso Rejosari Karangawen dan sekitarnya. Beliau lahir dari keluarga religius yang dikenal menjaga tradisi keilmuan Islam dan kehidupan santri.

Sejak kecil beliau tumbuh dalam lingkungan yang agamis. Didikan ayahandanya, K. Abdul Aziz, membentuk karakter beliau sebagai pribadi yang sederhana, tekun beribadah, dan mencintai ilmu agama. Masa kecil beliau diwarnai dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an, belajar dasar-dasar agama, serta berkhidmah kepada orang tua dan guru.

Memasuki usia remaja dan dewasa, beliau semakin dikenal sebagai sosok yang gemar menuntut ilmu, menjaga adab, serta memiliki semangat dakwah. Hingga masa tuanya, beliau tetap aktif membimbing umat.

Menurut Penuturan K. Nur Muhammad (Semarang) K. Maskur Damanhuri ( Karang Pacing Rejosari) dan K. Masruron ( Tlogorejo Tegowanu) Kiai Muhammad Salim Meninggal Kamis, 2 Ramadhan 1391 H/21 Oktober 1971. Beliau wafat lebih dari 56 tahun yang lalu dan hingga kini haulnya masih rutin diselenggarakan, menandakan pengaruh dan kecintaan masyarakat yang terus hidup.


B. Riwayat Pendidikan dan Sanad Keilmuan

Sebagaimana tradisi ulama Jawa pada masanya, K. Muhammad Salim menempuh pendidikan agama melalui sistem ngaji pesantren dan talaqqi kepada para kiai. Beliau belajar Al-Qur’an, fikih, tauhid, dan tasawuf dari para ulama di wilayah Demak–Semarang dan sekitarnya (data rinci nama guru dan lama belajar dapat ditambahkan dari hasil wawancara keluarga/santri).

Sanad keilmuan beliau bersambung melalui jalur pesantren tradisional Ahlussunnah wal Jama’ah yang menekankan:

  • Fikih madzhab Syafi’i

  • Aqidah Asy’ari–Maturidi

  • Tasawuf akhlaki ala ulama salaf

Model pendidikan ini membentuk beliau menjadi ulama yang moderat, bijak, dan dekat dengan masyarakat.


C. Bidang Keahlian

Keilmuan yang melekat pada diri beliau antara lain:

  1. Ilmu Fikih ibadah dan muamalah

  2. Pengajaran Al-Qur’an dan dasar-dasar agama

  3. Pembinaan akhlak dan spiritualitas masyarakat

  4. Tradisi tahlil, dzikir, dan amaliyah Aswaja

Beliau dikenal bukan sebagai ulama panggung, tetapi ulama pembina umat di tingkat akar rumput.


D. Domisili dan Kondisi Sosial Masyarakat

Beliau berdomisili di wilayah Ploso Rejosari Karangawen, sebuah lingkungan masyarakat religius dengan tradisi Islam yang kuat. Pada masa beliau hidup, masyarakat masih sangat bergantung pada peran kiai sebagai rujukan:

  • Persoalan agama

  • Nasihat keluarga

  • Penyelesaian konflik sosial

  • Bimbingan spiritual

Dalam kondisi sosial-ekonomi masyarakat desa yang sederhana, kehadiran beliau menjadi penopang moral dan spiritual.


E. Peran Dakwah di Masyarakat

Kontribusi dakwah beliau antara lain:

  • Membina pengajian rutin masyarakat

  • Mengajar santri dan anak-anak membaca Al-Qur’an

  • Membimbing amaliyah keagamaan masyarakat

  • Menjadi rujukan keagamaan warga

Rumah beliau sering menjadi tempat mengaji dan musyawarah. Dakwah beliau dilakukan dengan pendekatan lembut dan keteladanan, bukan dengan konfrontasi.


F. Patriotisme dan Nasionalisme

Sebagaimana ulama kampung pada masanya, bentuk nasionalisme beliau diwujudkan dalam:

  • Menjaga kerukunan umat

  • Menguatkan moral masyarakat

  • Mendukung stabilitas sosial desa

  • Menanamkan cinta agama dan tanah air

Nilai-nilai ini sejalan dengan tradisi ulama Nusantara yang memadukan Islam dan kebangsaan.


G. Kelebihan dan Karomah (Dalam Perspektif Masyarakat)

Dalam pandangan masyarakat, beliau dikenal sebagai:

  • Pribadi istiqamah ibadah

  • Doanya sering dimintakan oleh warga

  • Sosok yang menenangkan saat memberi nasihat

  • Hidup sederhana dan wara’

Catatan karomah lebih tepat digali melalui wawancara lisan dari murid dan keluarga.


H. Peninggalan yang Masih Ada

Beberapa peninggalan yang masih dapat disaksikan:

  1. Makam beliau di wilayah Ploso Rejosari yang rutin diziarahi

  2. Masjid Jami' Baiturrohman Alfalasy (Ploso)

  3. Tradisi haul tahunan yang dihadiri ribuan jamaah

  4. Santri dan keturunan yang meneruskan nilai-nilai beliau

  5. Tradisi pengajian masyarakat yang beliau rintis

Haul beliau menjadi bukti bahwa pengaruh spiritualnya tetap hidup.


I. Kekhasan Sosok

Kekhasan K. Muhammad Salim adalah:

  • Dakwah sunyi tapi berdampak luas

  • Tidak mengejar popularitas

  • Fokus pada pembinaan umat

  • Mengajarkan agama dengan teladan hidup

Beliau mewakili tipologi ulama kampung penjaga tradisi Islam Nusantara.


J. Metode Penulisan dan Sumber Data (Menyesuaikan Program)

Tulisan ini dapat dikembangkan melalui:

1. Heuristik

  • Ziarah makam

  • Dokumentasi haul

  • Arsip keluarga

  • Wawancara dzurriyah dan santri

2. Verifikasi

  • Mencocokkan cerita lisan

  • Validasi tahun dan peristiwa

3. Interpretasi

  • Memahami peran beliau dalam konteks masyarakat desa

4. Historiografi

  • Menyusun narasi biografi sistematis


Penutup

K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz adalah contoh nyata ulama Nusantara yang mengabdikan hidupnya untuk umat tanpa mencari ketenaran. Warisan beliau bukan berupa bangunan megah, tetapi ilmu, akhlak, dan tradisi keagamaan yang terus hidup.

Haul yang rutin diselenggarakan Setiap tanggal 20 Sya'ban (Ruwah) menjadi bukti bahwa jasa beliau tidak dilupakan masyarakat.

Al-Fatihah untuk beliau.


Sahabat Nabi Ulama' Masyhur di Wilayah Uzbekistan



Sahabat Nabi di Wilayah Uzbekistan

1️⃣ Qutham bin Abbas r.a. (Kusam bin Abbas)

  • Sepupu Nabi Muhammad ﷺ

  • Ikut dalam penyebaran Islam ke Asia Tengah

  • Wafat di Samarkand

  • Makamnya di kompleks Shah-i-Zinda (Samarkand)

  • Sangat dihormati dan diziarahi hingga kini

👉 Beliau adalah sahabat Nabi paling masyhur yang dimakamkan di Uzbekistan.


Ulama Besar dari Uzbekistan

📚 Ahli Hadis

2️⃣ Imam Al-Bukhari (194–256 H)

  • Lahir di Bukhara

  • Penyusun Shahih Bukhari

  • Dijuluki Amirul Mu’minin fil Hadits

  • Makam di dekat Samarkand


3️⃣ Imam At-Tirmidzi (209–279 H)

  • Lahir di Termez (Tirmidz)

  • Penyusun Sunan Tirmidzi

  • Salah satu dari Kutubus Sittah


4️⃣ Hakim At-Tirmidzi

  • Ulama hadis dan tasawuf besar

  • Dari Termez

  • Berpengaruh dalam ilmu tasawuf dan spiritualitas Islam


📖 Aqidah & Fikih

5️⃣ Imam Abu Mansur Al-Maturidi (w. 333 H)

  • Dari Samarkand

  • Pendiri teologi Maturidiyah

  • Aqidah beliau diikuti mayoritas Ahlussunnah di Asia Tengah, Turki, India, Nusantara


6️⃣ Burhanuddin Al-Marghinani

  • Dari Margilan (Uzbekistan)

  • Penulis Al-Hidayah (kitab fikih Hanafi terkenal)


🌿 Tasawuf

7️⃣ Bahauddin Naqshband (717–791 H)

  • Dari Bukhara

  • Pendiri Tarekat Naqshabandiyah

  • Tarekatnya menyebar hingga Nusantara


8️⃣ Najmuddin Kubra

  • Dari Khwarezm (Urgench)

  • Pendiri Tarekat Kubrawiyah

  • Syahid saat membela kota dari serangan Mongol


🔬 Sains & Peradaban Islam

9️⃣ Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi

  • Dari Khwarezm (Khiva)

  • Bapak aljabar dan algoritma

  • Sangat berpengaruh dalam matematika dunia


🔟 Az-Zamakhsyari

  • Ulama tafsir dan bahasa Arab

  • Dari Khwarezm

  • Penulis Tafsir Al-Kasysyaf


🌟 Catatan Penting

Wilayah Uzbekistan dulu dikenal sebagai:

Mawarannahr (Transoxiana)
✨ Salah satu pusat ilmu Islam terbesar
✨ Melahirkan ratusan ulama hadis, fikih, tafsir, dan tasawuf
✨ Menjadi jembatan penyebaran Islam ke Asia Tengah & Timur


Doa untuk Para Masyayikh dan Leluhur



Doa untuk Para Masyayikh dan Leluhur

Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Al-Fātiḥah…

Dihadiahkan pahala surat Al-Fatihah dan seluruh bacaan kami ini kepada:

  1. KH. Raden Muhammad Sanusi (Karanggondang) sekalian

  2. K. Muhammad Rois (Paras) sekalian

  3. K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz (Alfalasy/Ploso Rejosari Karangawen) sekalian

  4. Mbah Yunus bin Wasimin (Ploso) sekalian

  5. Mbah Wasimin (Margoayu) sekalian

  6. Mbah Zaenuri bin K. Sodiq (Wangun Rejosari) sekalian

  7. K. Masduki bin Yunus (Ploso) 

  8. M. Lutfil Khakim bin Masduki

  9. Abdul Khalim bin Masduki

Wa usūlihim wa furū‘ihim wa man ta‘allaqa bihim bi khair.
Syaian lillāhi lahumul Fātiḥah…


Doa Inti

Allāhumma ighfir lahum warḥamhum,
wa ‘āfihim wa‘fu ‘anhum.
Akram nuzulahum, wa wassi‘ mudkhalahum,
wagh-silhum bil-mā’i wats-tsalji wal-barad.

Yā Allāh, ampunilah dosa-dosa mereka,
sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi umat dan keluarganya,
lapangkan kubur mereka,
terangi dengan cahaya iman dan Al-Qur’an.

Yā Allāh,
jadikan seluruh ilmu, nasihat, dzikir, dan perjuangan mereka
sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Sebagaimana doa-doa yang telah kami panjatkan sebelumnya
untuk para guru, orang tua, dan santri-santri kami:

➡️ Jadikan pahala mereka mengalir seperti air hujan rahmat-Mu
➡️ Sampai kepada mereka di alam barzakh
➡️ Mengangkat derajat mereka di sisi-Mu


Doa untuk Dzurriyah dan Umat

Yā Allāh,
berkahilah dzurriyah mereka,
jadikan anak cucu mereka penerus kebaikan,
penerus ilmu, penerus akhlak mulia.

Tanamkan pada keturunan mereka
cinta Al-Qur’an, cinta sholawat, cinta ulama dan orang shalih.

Sebagaimana doa kebaikan yang telah kami panjatkan:

✨ Beri mereka ilmu yang manfaat
✨ Rezeki yang halal dan berkah
✨ Umur yang diisi ketaatan
✨ Husnul khatimah saat kembali kepada-Mu


Penutup

Allāhumma lā taḥrimnā ajrahum,
walā taftin-nā ba‘dahum.
Ighfir lanā wa lahum.

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah,
wa fil-ākhirati ḥasanah,
waqinā ‘ażāban-nār.

Walḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Doa Haul ke-56 K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum

 Doa Haul ke-56 K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, ḥamdan yuwāfī ni‘amahu wa yukāfi’u mazīdah.
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā Sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi ajma‘īn.

Allāhumma yā Allāh, pada hari yang penuh keberkahan ini kami berkumpul untuk mengenang dan mendoakan hamba-Mu, almarhum K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz, seorang yang Engkau karuniai kecintaan kepada ilmu, ibadah, dan perjuangan di jalan-Mu.

Allāhumma ighfir lahu warḥamhu, wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.
Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkan kuburnya, terangilah dengan cahaya iman dan Al-Qur’an.

Yā Allāh, jadikan seluruh ilmu yang beliau ajarkan, nasihat yang beliau sampaikan, dan teladan hidup yang beliau wariskan sebagai amal jariyah yang terus mengalir sampai hari kiamat.

Sebagaimana doa-doa yang kami panjatkan untuk para guru dan orang tua kami sebelumnya,
kami mohon:

  • Limpahkan keberkahan kepada dzurriyah beliau

  • Jadikan anak cucunya penerus kebaikan

  • Tanamkan pada mereka cinta ilmu, cinta ibadah, dan akhlakul karimah

  • Jadikan mereka penyejuk mata bagi orang tua dan umat

Yā Allāh, sebagaimana tetesan hujan membawa rahmat-Mu,
turunkan rahmat-Mu kepada beliau di alam kuburnya,
angkat derajatnya bersama para ulama, syuhada, dan orang-orang shalih.


Doa Haul Umum & Jamaah

Allāhumma yā Rabbana, berkahilah majelis haul ini.
Jadikan pertemuan kami sebagai majelis yang Engkau banggakan di hadapan para malaikat-Mu.

Ampuni dosa kami, dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan para pendahulu kami.
Satukan hati kami dalam kebaikan, jauhkan dari perpecahan dan penyakit hati.

Yā Allāh,
Sebagaimana doa-doa yang telah kami panjatkan untuk keberkahan anak didik dan santri-santri kami:

  • Berikan mereka ilmu yang manfaat

  • Ilmu yang diamalkan

  • Ilmu yang menjadi cahaya dunia dan akhirat

  • Keberhasilan yang membawa kemaslahatan bagi umat

Jadikan amal para donatur, panitia, dan seluruh jamaah sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Balas setiap kebaikan mereka dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan husnul khatimah.

Yā Allāh, tanamkan dalam hati kami dzikrul maut,
agar kami selalu ingat untuk mempersiapkan bekal menuju-Mu.
Jadikan kami mampu meneladani para ulama dalam keikhlasan dan pengabdian.


Penutup

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah,
wa fil-ākhirati ḥasanah,
waqinā ‘ażāban-nār.

Subḥāna rabbika rabbil ‘izzati ‘ammā yaṣifūn,
wasalāmun ‘alal mursalīn,
walḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Haul ke-56 K. Muhammad Salim Bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum

 







Haul ke-56 K. Muhammad Salim Bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum Berlangsung Khidmat dan Meriah, Ribuan Jamaah Hadir

Demak — Haul ke-56 Almarhum Kiai Muhammad Salim bin Kiai Abdul Aziz dan Nyai Asmirah Binti K. Muhammad Rois Paras di makam Alfalasy (Ploso) Rejosari Karangawen Demak dan Haul Umum diselenggarakan dengan penuh khidmat dan keberkahan pada hari Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini kembali menyedot perhatian dan kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah. Mereka datang dengan satu tujuan: mengenang jasa dan keteladanan ulama sepuh yang semasa hidupnya dikenal sebagai sosok alim, sederhana, dan istiqamah dalam membimbing umat.

Acara di mulai Sejak Sabtu siang, 07/02/2026 Pembacaan Al Qur'an Bil Ghoib oleh K. Muntaha Wahid, AH di Masjid Baiturrohman, lokasi acara telah dipadati jamaah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan sholawat menggema, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati. Para jamaah dengan tertib mengikuti rangkaian acara demi acara. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan, sehingga seluruh rangkaian haul dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Acara haul tahun ini menghadirkan penceramah kondang Dr. KH. Fauzi Arkan, M.Ag, Pengasuh Pesantren Alfa Queen Salatiga sekaligus dosen UIN Salatiga. Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri bagi jamaah, mengingat keluasan ilmu dan gaya penyampaian beliau yang menyejukkan serta mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Laporan Kepanitiaan Transparan dan Tertib

Ketua panitia haul, Bapak Saefudin, dalam sambutannya menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan. Ia memaparkan kondisi keuangan kepanitiaan secara terbuka, baik pemasukan maupun pengeluaran, serta berbagai aspek teknis penyelenggaraan.

Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian acara dapat terlaksana tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, seluruh amanah yang dititipkan kepada panitia dapat kami jalankan sebaik mungkin. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik tenaga, pikiran, maupun materi,” ungkapnya.

Laporan tersebut disambut baik oleh para hadirin sebagai bentuk akuntabilitas dan kepercayaan kepada panitia. Transparansi ini diharapkan menjadi tradisi baik dalam setiap penyelenggaraan kegiatan keagamaan.

Pesan Sesepuh: Warisan Kebaikan Harus Lestari

Sesepuh agama Ploso, Bapak K. Moch. Sodiq Maksum, S.Ag., M.Pd, dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa penyelenggaraan haul tahun ini terasa lebih baik dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun baginya, kemeriahan bukanlah tujuan utama, melainkan keberlanjutan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama.

“Kegiatan haul seperti ini adalah warisan yang baik. Jangan sampai berhenti di generasi kita. Harus sampai kepada anak cucu kita. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi sarana menjaga sanad, menjaga tradisi keilmuan, dan menjaga ingatan kita kepada orang-orang shalih,” tuturnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan niat dalam menghadiri haul, agar keberkahan dapat dirasakan bersama.

Ucapan Terima Kasih dari Wakil Dzurriyah

Mewakili dzurriyah (keturunan) almarhum K. Muhammad Salim, Bapak M. Abdul Azis (Pengurus Lakpesdam NU Kota Semarang dan Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah Priode 2025-2029)  menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia, masyarakat, dan para donatur. Ia mengapresiasi segala bentuk bantuan yang diberikan, baik berupa tenaga, pikiran, dana, maupun dukungan lainnya.

“Semoga segala yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kami dari keluarga besar Simbah Kiai Muhammad Salim memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Ucapan tersebut disambut haru oleh jamaah, mengingat haul bukan hanya milik keluarga, tetapi sudah menjadi milik masyarakat dan umat yang merasakan manfaat perjuangan almarhum semasa hidupnya.

Mengingat Kematian dan Meneladani Ulama

Dalam tausiyah intinya, KH. Fauzi Arkan menekankan bahwa haul memiliki makna mendalam dalam Islam. Salah satu hikmah terbesar adalah dzikrul maut — mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, manusia diharapkan lebih bijak dalam menjalani hidup, memperbaiki amal, dan memperbanyak kebaikan.

Beliau juga mengajak jamaah untuk meneladani ulama terdahulu, termasuk Kiai Muhammad Salim, dalam hal keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian kepada umat.

“Haul bukan hanya mengenang nama, tapi mengenang perjuangan dan akhlak beliau. Ulama seperti Kiai Muhammad Salim adalah pelita umat. Jika kita tidak bisa seperti beliau, minimal kita mencintai dan mengikuti jejak kebaikannya,” pesan KH. Fauzi Arkan.

Tausiyah tersebut membuat suasana semakin khusyuk. Banyak jamaah yang tampak terharu dan merenung.

Tradisi Spiritual yang Mempererat Umat

Haul Kiai Muhammad Salim telah menjadi agenda rutin yang bukan hanya bernilai spiritual, tetapi juga sosial. Ajang ini mempertemukan masyarakat lintas daerah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ikatan keagamaan.

Selain rangkaian doa dan pengajian, acara juga diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir bersama, serta doa untuk para ulama dan kaum muslimin. Nuansa kebersamaan sangat terasa, mencerminkan budaya gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap ulama.

Harapan ke Depan

Dengan suksesnya penyelenggaraan haul ke-56 tahun 2026 ini, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan lebih baik lagi. Haul bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Warisan ulama tidak berupa harta benda, melainkan ilmu, akhlak, dan teladan. Selama nilai-nilai tersebut terus dihidupkan, maka para ulama akan tetap hidup di hati umat.

Haul ke-56 Kiai Muhammad Salim bin Kiai Abdul Aziz pun menjadi bukti bahwa kecintaan umat kepada ulama tidak pernah pudar. Justru semakin kuat seiring waktu, diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut Penuturan K. Nur Muhammad (Semarang) K. Maskur Damanhuri ( Karang Pacing Rejosari) dan K. Masruron ( Tlogorejo Tegowanu) Kiai Muhammad Salim Meninggal Kamis, 2 Ramadhan 1391 H/21 Oktober 1971.

Ucapan Terima Kasih Pada Banser

Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap Banser Satkorpok Desa Rejosari Kecamatan Karangawen yang telah berperan aktif dalam membantu pengamanan dan kelancaran acara Haul ke-56 K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz.

Dedikasi, kesiapsiagaan, serta keikhlasan sahabat-sahabat Banser dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan jamaah menjadi bagian penting dari suksesnya acara ini. Semoga segala khidmah dan pengabdian yang diberikan menjadi amal jariyah, dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, dan kemuliaan.

Semoga Banser senantiasa diberi kekuatan dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Jazakumullahu khairan katsiran.
Barakallahu fiikum.


Dok. M. Abdul Azis (Semarang Indonesia)

Minggu, 01 Februari 2026

Resmi dinyatakan lulus sidang tesis

 

M. Abdul Azis Resmi Lulus Sidang Tesis Magister Manajemen

Semarang — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik. M. Abdul Azis resmi dinyatakan lulus sidang tesis Program Magister Manajemen setelah melalui proses ujian ilmiah di hadapan dewan penguji.

Kelulusan ini menandai bahwa seluruh persyaratan akademik program magister telah terpenuhi. Dengan demikian, secara akademik M. Abdul Azis telah berhak menyandang gelar Magister Manajemen (M.M.), meskipun prosesi wisuda akan dilaksanakan pada jadwal yang ditentukan kemudian.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari dedikasi, ketekunan, dan komitmen tinggi dalam menempuh pendidikan di jenjang magister. Capaian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa kontribusi positif bagi dunia profesional dan masyarakat luas.

Dalam pesan yang disampaikan melalui pengumuman kelulusan, ditekankan bahwa “Ilmu adalah amanah, keberhasilan adalah awal pengabdian.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian formal, melainkan tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu demi kemaslahatan.

Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari berbagai pihak atas keberhasilan ini. Semoga capaian tersebut menjadi langkah awal menuju pengabdian yang lebih luas serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

(31/1/2026)

Alhamdulillah, sah!

Alhamdulillah, sah!

Perjuangan panjang telah sampai pada tahap gemilang.
M. Abdul Azis resmi dinyatakan lulus sidang tesis dan berhak menyandang gelar Magister Manajemen (M.M.), meskipun wisuda masih menunggu waktu.

Ini bukan akhir perjalanan,
melainkan awal pengabdian dengan ilmu dan integritas.

Semoga ilmunya bermanfaat,
gelarnya menjadi amanah,
dan langkahnya membawa maslahat bagi banyak umat.

Selamat dan sukses selalu! 🎓

Pengumuman Kelulusan Akademik

Dengan ini disampaikan bahwa Saudara M. Abdul Azis telah melaksanakan sidang tesis dan dinyatakan LULUS oleh dewan penguji.

Dengan kelulusan tersebut, yang bersangkutan secara akademik telah memenuhi syarat untuk menyandang gelar Magister Manajemen (M.M.) dan gelar tersebut sudah dapat digunakan sesuai ketentuan akademik yang berlaku, meskipun prosesi wisuda belum dilaksanakan.

Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.