Warga RW 02 Kudu Genuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M dengan penuh suka cita. Ucapan Marhaban Ya Ramadhan disampaikan sebagai bentuk kegembiraan sekaligus harapan agar bulan penuh rahmat ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Suasana kebersamaan tampak terasa di lingkungan warga sejak awal menjelang Ramadan. Gapura dan sudut-sudut kampung mulai dihias dengan nuansa Islami, spanduk ucapan selamat datang Ramadhan, serta ornamen yang menambah semarak syiar agama di tengah masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga penguatan nilai sosial. Warga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, mempererat silaturahmi, dan menjaga kerukunan lingkungan.
Di wilayah Kelurahan Kudu, tradisi menyambut Ramadhan memang telah menjadi agenda rutin masyarakat setiap tahun. Kegiatan seperti kerja bakti lingkungan, doa bersama, dan pengajian menjadi bagian dari persiapan spiritual dan sosial.
Bapak M. Abdul Azis (Ketua RW 02) dalam pesannya mengajak seluruh warga menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya menjaga lisan, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci.
Masyarakat di Kecamatan Genuk juga dikenal memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme warga dalam menyiapkan kegiatan keagamaan seperti Karnaval Marhaban Ya Ramadhan, tadarus Al-Qur’an, buka puasa bersama, dan santunan bagi yang membutuhkan.
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan dari warga menjadi doa bersama agar lingkungan senantiasa diberi keamanan dan ketenteraman. Ramadhan diharapkan menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.
Selain itu, para orang tua turut mengajarkan anak-anak untuk menyambut Ramadhan dengan gembira. Edukasi tentang puasa, salat, dan berbagi kepada sesama diberikan sejak dini agar nilai-nilai Ramadhan tertanam kuat.
Di tingkat kota, masyarakat Kota Semarang secara umum juga menyambut Ramadhan dengan berbagai kegiatan religius dan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan menjadi momentum persatuan umat.
Dengan semangat Marhaban Ya Ramadhan, warga RW 02 berharap bulan suci ini membawa kedamaian, keberkahan rezeki, serta memperkuat persaudaraan. Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki diri dan memperindah akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh. M. Abdul azis (Semarang-Indonesia)
