Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Minggu, 18 Januari 2026

KHUTBAH JUMAT


KHUTBAH JUMAT

Iman Tidak Dapat Diwarisi dari Seorang Ayah yang Bertakwa


Khutbah Pertama

الحمد لله الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dalam iman, amal, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk merenungkan satu pelajaran besar dalam agama kita, yaitu bahwa iman tidak dapat diwarisi, meskipun seseorang memiliki ayah yang sangat bertakwa, saleh, bahkan seorang nabi.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sering kali manusia merasa aman karena keturunan. Ada yang merasa cukup beriman karena ayahnya kiai, ibunya ahli ibadah, atau keluarganya dikenal saleh. Padahal Allah Swt. telah menetapkan satu hukum yang adil dan tegas:

“Dan seseorang tidak memikul dosa orang lain.”
(QS. Al-An‘am: 164)

Jika dosa tidak bisa diwariskan, maka iman pun demikian. Setiap manusia bertanggung jawab atas imannya sendiri, tidak bisa diwakilkan, tidak bisa dititipkan, dan tidak bisa diwariskan.

Lihatlah kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam. Beliau adalah seorang nabi dan rasul Allah, namun putranya tidak beriman dan akhirnya tenggelam dalam banjir. Allah berfirman:

“Sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu, karena perbuatannya tidak baik.”
(QS. Hud: 46)

Ini menunjukkan bahwa hubungan iman lebih kuat daripada hubungan darah.

Begitu pula Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, seorang nabi besar dan kekasih Allah, namun ayahnya tetap dalam kekafiran. Ini menjadi bukti bahwa ketakwaan orang tua tidak otomatis menjadi iman bagi anaknya.

Jamaah rahimakumullah,

Ketakwaan seorang ayah atau orang tua adalah teladan dan doa, bukan jaminan keselamatan. Orang tua wajib mendidik, menasihati, dan mendoakan. Namun hidayah tetap di tangan Allah, dan setiap anak harus berjuang menjaga imannya sendiri.

Karena itu:

  • Anak dari orang saleh jangan merasa aman tanpa amal

  • Orang tua saleh jangan berhenti berdoa dan mendidik

  • Setiap kita harus memperjuangkan iman hingga akhir hayat

Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra‘d: 11)


Khutbah Kedua

الحمد لله رب العالمين
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketahuilah bahwa keselamatan di akhirat bukan ditentukan oleh siapa orang tua kita, tetapi oleh iman dan amal kita sendiri.

Iman harus dijaga dengan:

  • shalat yang istiqamah

  • hati yang bersih

  • amal saleh yang terus dijaga

  • serta menjauhi maksiat meskipun kecil

Jangan sampai kita tertipu oleh status keluarga, jabatan, atau nama besar, namun lalai menjaga iman sendiri.

Sebaliknya, bagi para orang tua, jadilah teladan iman bagi anak-anak kita. Didik mereka dengan akhlak, bukan hanya nasihat. Doakan mereka siang dan malam, karena doa orang tua adalah senjata orang beriman.

Sebelum khutbah ini ditutup, marilah kita berdoa kepada Allah Swt.


Doa Penutup

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
اللهم أصلح لنا ذرياتنا، واجعلهم قرة أعين لنا
اللهم لا تجعلنا مغرورين بأنسابنا، ولا بأعمال غيرنا
واجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك

Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami‘ul ‘Alim
والحمد لله رب العالمين



Tidak ada komentar:

Posting Komentar