Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Minggu, 18 Januari 2026

Kultum Iman Mutiara

Iman Adalah Mutiara dalam Hati

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Alḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā Sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma‘īn.

Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita sejenak merenungkan satu hal yang sangat berharga dalam hidup kita, yaitu iman. Iman bukan sekadar kata yang diucapkan, bukan pula identitas yang tertulis di kartu, tetapi cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati.

Para ulama mengibaratkan iman seperti mutiara. Mutiara itu tidak berada di permukaan, tidak terlihat dari luar, namun nilainya sangat tinggi. Demikian pula iman. Ia tidak selalu tampak dalam penampilan, tetapi terlihat dari ketenangan hati, kejujuran perilaku, dan kesungguhan dalam beribadah.

Jamaah sekalian,

Mutiara tidak akan indah jika dibiarkan kotor. Ia harus dijaga, dibersihkan, dan disimpan dengan baik. Begitu pula iman. Iman harus dirawat. Ia bisa bertambah dengan ketaatan, dan bisa berkurang bahkan rusak karena kelalaian dan dosa.

Allah Swt. mengingatkan kita bahwa iman bukan warisan. Seorang ayah boleh saleh, seorang ibu boleh taat, bahkan seorang kiai atau guru boleh alim, namun iman tidak otomatis berpindah kepada anak atau muridnya. Setiap orang bertanggung jawab atas imannya sendiri.

Karena itu, jangan sampai kita merasa aman hanya karena latar belakang keluarga, lingkungan pesantren, atau kedekatan dengan orang-orang saleh. Semua itu adalah jalan, bukan jaminan keselamatan.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Iman juga tidak dapat diperjualbelikan. Ia tidak bisa dibeli dengan harta, tidak bisa ditukar dengan jabatan, dan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan dunia. Dunia ini fana, sedangkan iman adalah bekal abadi.

Betapa banyak orang yang tampak berhasil secara dunia, tetapi kehilangan ketenangan karena imannya rapuh. Sebaliknya, betapa banyak orang sederhana, namun hidupnya tenang karena imannya terjaga.

Iman diuji setiap hari. Ketika kita diuji dengan kesulitan, iman meminta kesabaran. Ketika diuji dengan kenikmatan, iman meminta syukur. Ketika diuji dengan kesempatan berbuat curang, iman meminta kejujuran.

Jamaah rahimakumullah,

Bagaimana cara menjaga iman agar tetap bersinar seperti mutiara?

Pertama, menjaga shalat. Shalat adalah tiang agama dan penjaga iman. Shalat yang dijaga tepat waktu akan menjaga hati dari kekerasan.

Kedua, memperbanyak dzikir dan istighfar. Hati yang sering mengingat Allah akan lebih kuat menghadapi godaan.

Ketiga, menjaga akhlak. Iman tidak hanya di masjid, tetapi juga di pasar, di rumah, dan di tempat kerja.

Keempat, memilih lingkungan yang baik. Iman mudah tumbuh di lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pada akhirnya, iman adalah mutiara yang akan kita bawa pulang kepada Allah. Bukan harta, bukan jabatan, bukan nama besar, melainkan iman yang dijaga hingga akhir hayat.

Semoga Allah Swt. menjaga iman kita, iman keluarga kita, dan iman anak-anak kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga mutiara iman sampai bertemu dengan-Nya.

Rabbana lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaytanā, wa hab lanā mil-ladunka raḥmah.
InnaKa Antal Wahhāb.

Walḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar