Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Senin, 19 Januari 2026

K. Masduki bin Yunus dan Cahaya Tauhid

 K. Masduki bin Yunus, menekankan ajaran tauhid beliau: “Allah Pengeranku, Muhammad Nabiku, Al-Qur’an Kitabku”, serta doa agar ilmu beliau selalu membawa keberkahan dan manfaat bagi banyak orang. 

K. Masduki bin Yunus dan Cahaya Tauhid

Di Ploso, tanah yang subur dengan doa dan iman, lahirlah seorang ulama yang menebar cahaya kebenaran: K. Masduki bin Yunus. Sejak awal menapaki jalan ilmu, beliau meneguhkan hatinya pada prinsip tauhid yang sederhana namun dalam: Allah Pengeranku, Muhammad Nabiku, Al-Qur’an Kitabku. Kalimat ini bukan sekadar mantra, tetapi pedoman hidup yang mengalir dalam setiap langkahnya, membimbing santri dan masyarakat menuju jalan yang lurus.

Beliau menekankan bahwa kehidupan yang benar hanya dimulai dari pengakuan akan keesaan Allah, pengikhlasan terhadap sunnah Nabi Muhammad Saw., dan kepatuhan pada petunjuk Al-Qur’an. Dari rumahnya yang sederhana, hingga pesantrennya yang menjadi tempat belajar generasi muda, prinsip tauhid ini diajarkan bukan melalui teori semata, tetapi melalui teladan nyata: ketulusan, kesederhanaan, dan pengabdian tanpa pamrih.

Dalam kesehariannya, K. Masduki selalu mengingatkan bahwa Allah adalah penggerak segala amal dan niat. Segala perbuatan, sekecil apa pun, menjadi ibadah ketika diniatkan karena-Nya. Ia menanamkan kesadaran bahwa kekuatan dan kesuksesan bukan berasal dari manusia atau dunia, tetapi dari pengakuan dan ketundukan hati kepada Sang Pencipta. Setiap santri yang menatap beliau belajar bahwa keberkahan hidup lahir dari kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap langkah.

Rasulullah Saw. adalah teladan yang selalu beliau ajarkan. Dalam setiap nasihat, ceramah, dan bimbingan, K. Masduki selalu mengaitkan akhlak sehari-hari dengan sunnah Nabi. Ketulusan, kesabaran, dan kasih sayang yang diajarkan beliau adalah wujud nyata dari ajaran Nabi Muhammad Saw., yang bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diamalkan. Santri dan masyarakat yang pernah belajar darinya dibimbing agar meneladani Nabi dalam tutur, sikap, dan pengabdian kepada sesama.

Al-Qur’an adalah kitab yang beliau jadikan pedoman mutlak. Setiap pengajaran, setiap nasihat, dan setiap amalan yang beliau tularkan selalu bersandar pada ayat-ayat-Nya. Tidak ada kebingungan yang tidak terselesaikan oleh cahaya Al-Qur’an, dan tidak ada hati yang kosong dari doa yang dibimbing kitab suci itu. Bagi K. Masduki, Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi jalan hidup—panduan yang memurnikan hati, memperkuat akhlak, dan menuntun tindakan menjadi amal yang bermanfaat.

Ilmu yang beliau ajarkan tidak pernah berhenti pada pengetahuan semata, tetapi selalu diarahkan untuk bermanfaat bagi orang lain. Setiap santri, setiap murid, setiap orang yang mendengar ceramahnya, dibekali pemahaman yang menjadikan hidup lebih bermakna. Dari Alfalasy, ilmu K. Masduki mengalir, menjadi pelita yang menuntun generasi muda untuk mengenal Tuhan, mengikuti Nabi, dan hidup dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an.

Kesederhanaan beliau adalah cermin dari tauhid yang ia pegang teguh. Tidak ada kesombongan, tidak ada pamrih duniawi. Hanya ketulusan hati yang menebar cahaya, doa yang mengalir, dan teladan yang hidup. Semua yang ia lakukan, dari mengajar hingga menasihati, adalah wujud nyata dari pengakuan bahwa segala kebaikan berasal dari Allah semata, dan segala keberhasilan lahir dari mengikuti jalan Rasul dan petunjuk Al-Qur’an.

Semoga ilmu yang beliau wariskan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Semoga setiap kata, setiap nasihat, dan setiap pelajaran yang pernah beliau sampaikan menebar cahaya di hati setiap murid dan masyarakat. Semoga Allah Swt. memberkahi setiap usaha beliau, menjadikan ilmu beliau bermanfaat untuk generasi kini dan yang akan datang, tidak terbatas di Ploso, tetapi bagi seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Dalam doa yang dipanjatkan bagi K. Masduki bin Yunus, kita memohon agar Allah menerima segala amalnya, menempatkannya di tempat yang mulia, dan memberikan ketenangan abadi. Semoga setiap teladan dan ajaran tauhidnya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hidup yang benar adalah hidup yang bersandar pada Allah, meneladani Nabi, dan menapaki petunjuk Al-Qur’an.

K. Masduki bin Yunus telah menyalakan lentera iman, membimbing langkah manusia menuju jalan kebaikan. Dari Alfalasy, ilmunya mengalir, dari hatinya, teladan lahir, dan dari doa-doanya, keberkahan tercurah. Semoga Allah Swt. menjadikan beliau abadi dalam rahmat-Nya, dan semoga setiap murid dan masyarakat yang pernah belajar darinya terus menebarkan kebaikan, sebagaimana beliau telah mengajarkan: Allah Pengeranku, Muhammad Nabiku, Al-Qur’an Kitabku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar