Jejak Pengabdian K. Masduki bin Yunus
K. Masduki bin Yunus adalah hamba Allah yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan amal. Terlahir sebagai putra Yunus bin Wasimin dan menetap di Dukuh Ploso, Desa Rejosari, Karangawen, Demak, beliau menjalani kehidupan yang sederhana, penuh kesabaran, dan senantiasa terikat dengan nilai-nilai keislaman.
Sehari-hari, K. Masduki dikenal sebagai guru Madrasah Diniyah dan pengajar Al-Qur’an. Aktivitas ini beliau jalani dengan niat ibadah dan keikhlasan, tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Baginya, mengajarkan ilmu agama adalah amanah yang harus ditunaikan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan pelayanan kepada umat.
Dalam mendidik santri, K. Masduki lebih mengutamakan adab daripada banyaknya ilmu. Beliau meyakini bahwa ilmu yang tidak disertai akhlak tidak akan membawa keberkahan. Oleh karena itu, beliau senantiasa menanamkan nilai kesopanan, kejujuran, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kesederhanaan hidup K. Masduki mencerminkan kedalaman spiritual yang beliau miliki. Beliau hidup apa adanya, menjaga lisan dan perbuatan, serta menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan. Kepribadian ini menjadikan beliau dihormati oleh masyarakat, bukan karena kedudukan, melainkan karena akhlak dan istiqamah dalam beribadah.
Hingga akhir hayatnya, K. Masduki bin Yunus tetap berada dalam jalan dakwah dan pendidikan. Ilmu yang beliau ajarkan, doa yang beliau panjatkan, serta teladan yang beliau tunjukkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal beliau, mengampuni segala kekhilafan, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. آمين.
“Seluruh perjalanan hidup dan pengabdian K. Masduki bin Yunus dijalani dalam bingkai keikhlasan, sehingga diyakini bahwa ridlo Allah SWT senantiasa menyertai setiap langkah dan amal pengabdiannya.”
“Semoga ridlo Allah SWT selalu menyertai K. Masduki bin Yunus, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menjadikan ilmu yang beliau ajarkan sebagai amal jariyah yang tak terputus.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar