Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Jumat, 16 Januari 2026

Sang Guru Madin dari Plosok selatan di Kabupaten Demak

 K. Masduki bin Yunus

Sang Guru dari Plosok selatan  di Kabupaten Demak

Di sebuah sudut pedesaan yang tenang, tepatnya di Dukuh Ploso, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, hidup seorang guru agama yang menjalani hari-harinya dalam kesederhanaan dan pengabdian. Beliau adalah K. Masduki bin Yunus, putra dari Bapak Yunus bin Wasimin. Nama beliau mungkin tidak dikenal luas di luar wilayahnya, namun bagi keluarga, santri, dan masyarakat sekitar, K. Masduki adalah sosok yang meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan keagamaan dan akhlak umat.

Kehidupan K. Masduki bin Yunus tumbuh dari lingkungan desa yang sederhana, religius, dan sarat dengan nilai-nilai tradisi Islam. Sejak usia muda, beliau telah akrab dengan dunia ngaji, masjid, dan madrasah. Pendidikan agama menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, bukan semata sebagai bekal pribadi, tetapi sebagai jalan pengabdian yang kelak beliau jalani dengan penuh keikhlasan. Dari lingkungan inilah tumbuh kepribadian beliau yang tawadhu’, sabar, dan bersahaja.

Dalam keseharian, K. Masduki dikenal sebagai guru Madrasah Diniyah dan guru ngaji Al-Qur’an. Aktivitas mengajar beliau lakukan secara konsisten, dari hari ke hari, tanpa banyak tuntutan dan tanpa mengharap imbalan duniawi. Mengajar bagi beliau bukanlah profesi semata, melainkan amanah yang harus ditunaikan. Di hadapan santri-santrinya, beliau hadir bukan sebagai figur yang menakutkan, melainkan sebagai orang tua sekaligus teladan.

Metode pengajaran K. Masduki tergolong sederhana, namun sarat makna. Beliau mengajarkan Al-Qur’an dengan kesabaran, membimbing bacaan satu per satu, serta menanamkan kecintaan kepada kitab suci sejak dini. Dalam Madrasah Diniyah, beliau mengajarkan dasar-dasar aqidah, ibadah, dan akhlak dengan bahasa yang mudah dipahami. Penekanan utama beliau bukan pada banyaknya hafalan, melainkan pada pemahaman dan pengamalan.

Salah satu ciri khas K. Masduki bin Yunus adalah keteladanan dalam adab dan perilaku. Beliau lebih sering mendidik melalui contoh nyata daripada nasihat panjang. Cara beliau berbicara yang lembut, sikapnya yang tenang, serta kesederhanaan dalam berpakaian dan hidup menjadi pelajaran tersendiri bagi para santri. Dalam pandangan beliau, ilmu yang tidak disertai akhlak hanya akan kehilangan keberkahannya.

Di tengah masyarakat, K. Masduki dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah bergaul. Beliau tidak pernah menonjolkan diri sebagai tokoh, meskipun masyarakat menghormati dan memuliakan beliau. Ketika dimintai nasihat keagamaan, beliau menjawab dengan hati-hati dan penuh kebijaksanaan. Dalam berbagai persoalan kehidupan, kehadiran beliau sering menjadi penenang dan penunjuk arah.

Kesederhanaan hidup K. Masduki bin Yunus bukanlah hasil keterbatasan semata, melainkan pilihan hidup yang dilandasi oleh pemahaman spiritual yang mendalam. Beliau menjalani hidup apa adanya, menjaga kejujuran, serta menjauhkan diri dari sikap berlebihan. Rumah, pakaian, dan kehidupan sehari-hari beliau mencerminkan prinsip qana’ah dan syukur yang kuat. Nilai-nilai inilah yang kemudian diwariskan kepada keluarga dan santri.

Dalam perjalanan hidupnya, K. Masduki bin Yunus senantiasa menanamkan bahwa ilmu adalah amanah dan pengabdian adalah ibadah. Beliau tidak pernah berhenti mengajar selama masih diberi kesehatan dan kesempatan. Bahkan di usia yang tidak lagi muda, semangat beliau untuk mendidik tetap terjaga. Hal ini menunjukkan keistiqamahan beliau dalam menjalani jalan hidup yang telah dipilih.

Bagi keluarga, K. Masduki adalah sosok ayah dan figur panutan yang mengajarkan nilai kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Beliau membimbing keluarga dengan contoh nyata, bukan sekadar perintah. Nilai-nilai keagamaan yang beliau tanamkan dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan akhlak Islam.

Hingga akhir hayatnya, ridlo Allah SWT diyakini senantiasa menyertai K. Masduki bin Yunus. Kehidupan yang dijalani dengan keikhlasan, pengabdian yang tulus, serta amal yang terus mengalir melalui ilmu yang diajarkan menjadi tanda keberkahan hidup beliau. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan nilai yang tidak ternilai.

Jejak K. Masduki bin Yunus tidak terukir dalam bangunan besar atau karya tertulis yang masyhur, melainkan dalam hati para santri, keluarga, dan masyarakat yang pernah merasakan bimbingannya. Setiap bacaan Al-Qur’an yang benar, setiap shalat yang khusyuk, dan setiap akhlak baik yang tumbuh dari didikan beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Kini, nama K. Masduki bin Yunus dikenang sebagai sang guru dari plosok desa Karangawen, Demak, yang dengan kesederhanaannya mampu menyalakan cahaya ilmu dan iman. Kisah hidup beliau menjadi pengingat bahwa ketulusan, keistiqamahan, dan pengabdian yang sunyi justru memiliki dampak yang paling panjang dalam kehidupan umat.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala kekhilafan, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di sisi orang-orang yang shalih. Dan semoga nilai-nilai kehidupan yang beliau wariskan dapat terus dijaga dan diteruskan oleh generasi selanjutnya sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan beliau. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar