KH Dimyati Rois (Abah Dim) adalah ulama kharismatik asal Kaliwungu, Kendal, yang dikenal sebagai Mustasyar PBNU dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah. Beliau lahir di Brebes tahun 1945 dan wafat pada 10 Juni 2022. Sosoknya dihormati karena kesederhanaan, keluasan ilmu fiqh dan tasawuf, serta keteguhan dalam membimbing umat.
🕰️ Sejarah KH Dimyati Rois
- Nama lengkap: KH Dimyati Rois, akrab dipanggil Abah Dim.
- Lahir: 5 Juni 1945 di Tegal Glagah, Bulakamba, Brebes.
- Orangtua: KH Rois dan Nyai Djusminah, keluarga petani sekaligus santri.
- Pendidikan: Menjadi santri kelana, belajar di berbagai pesantren, termasuk Lirboyo dan APIK Kaliwungu.
- Pernikahan: Menikah dengan Hj To’ah, putri KH Ibadullah Irfan, tokoh penting Kaliwungu.
- Pesantren: Mendirikan Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah di Kaliwungu tahun 1985.
- Peran organisasi: Mustasyar PBNU, tokoh rujukan ulama dan pejabat nasional.
- Wafat: 10 Juni 2022 di usia 77 tahun.
🌟 Kelebihan & Keistimewaan
- Kesederhanaan hidup: Meski ulama besar, beliau tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat.
- Ilmu mendalam: Ahli dalam fiqh, tasawuf, dan kepemimpinan umat, menjadi rujukan banyak kalangan.
- Kharisma: Ceramahnya menekankan akhlak, keikhlasan, dan keteladanan.
- Pendidikan Islam: Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah berkembang pesat, melahirkan banyak santri dan ulama.
- Peran nasional: Dihormati sebagai ulama sepuh NU, sering dimintai nasihat oleh tokoh bangsa.
- Teladan spiritual: Kehidupan beliau mencerminkan istiqamah, kesederhanaan, dan keberkahan.
📊 Ringkasan Sejarah & Kelebihan
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lahir | 5 Juni 1945, Brebes |
| Wafat | 10 Juni 2022, usia 77 tahun |
| Pesantren | Al-Fadlu wal Fadilah, Kaliwungu (1985) |
| Peran | Mustasyar PBNU, ulama kharismatik |
| Kelebihan | Kesederhanaan, ilmu fiqh & tasawuf, kharisma |
| Pengaruh | Mencetak ulama, rujukan umat & pejabat |
✨ Makna bagi Masyarakat
KH Dimyati Rois adalah ikon spiritual Kaliwungu yang mengajarkan kesederhanaan, keikhlasan, dan cinta ilmu. Haul beliau masih diperingati setiap tahun, menjadi momentum silaturahmi dan penguatan iman. Pesantren yang beliau dirikan terus melahirkan generasi penerus ulama, memperkuat tradisi keilmuan Islam di Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar