Rodhitu billahi robba … dan Kaitannya dengan Al-Qur’an & Hadis
Lembar 1: Ridho Kepada Allah, Islam, dan Nabi ﷺ
Doa:
“Rodhitu billahi robba wabil Islami dina wabi Muhammadin nabiyyaw warosula”
(Aku ridha kepada Allah sebagai Tuhanku, ridha dengan Islam sebagai agamaku, dan ridha kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah.)
Makna dan Tafsir:
Ridho kepada Allah sebagai Rabb (Tuhan):
Ridho kepada Allah berarti menerima dan menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya.
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa menyerahkan dirinya kepada Allah, maka Allah akan cukupkan urusannya.”
(QS. Al-Ahzab: 51)¹
Ridho kepada Allah menjadi pondasi ketenangan jiwa (an-nafs al-muṭma’innah).
Ridho dengan Islam sebagai agama:
Ridho dengan Islam adalah menerima syariat Allah dan menjalankannya dengan ikhlas.
Firman Allah:
“Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam.”
(QS. Ali Imran: 19)²
Ridho kepada Nabi Muhammad ﷺ:
Ridho kepada Nabi ﷺ berarti menerima beliau sebagai teladan dan mengikuti sunnahnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang mencintai aku, ia akan bersama aku di surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)³
Lembar 2: Permintaan Ilmu dan Pemahaman
Doa:
“Robbi zidni ilman warzuqni fahman”
(Ya Rabbku, tambahkanlah aku ilmu yang bermanfaat dan karuniakan pemahaman.)
Makna dan Kaitannya:
Meminta ilmu yang bermanfaat:
Ilmu yang diminta bukan sekadar pengetahuan dunia, tetapi ilmu yang menghidupkan iman dan amal sholeh.
Allah SWT berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)⁴
Meminta pemahaman (fahm):
Fahm berarti kemampuan memahami petunjuk Allah dan menerapkannya dalam hidup.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)⁵
Kaitan dengan tasawuf:
Ilmu tanpa pemahaman hati hanya menumpuk pengetahuan, tetapi fahm melahirkan ketenangan dan ridho hati, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging; jika baik, baiklah seluruh tubuh. Itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)⁶
Lembar 3: Penutup – Doa Dikabulkan oleh Allah
Doa:
“Aamiin ya Robbal ‘Alamin”
(Semoga Allah mengabulkan doa ini, wahai Rabb seluruh alam.)
Makna dan Kaitannya:
Mengakhiri doa dengan Aamiin:
Mengucapkan Aamiin berarti memohon agar doa diterima dan dikabulkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila kalian berdoa dan mengucapkan Aamiin, maka Allah menjawab dengan yang terbaik.”
(HR. Muslim)⁷
Menghubungkan doa dengan ridho dan syafaat:
Doa ini tidak hanya meminta ilmu dan pemahaman, tetapi juga ridho Allah dan syafaat Nabi ﷺ, sesuai tujuan akhir seorang Muslim: menjadi hamba yang selamat di dunia dan akhirat.Doa ini selaras dengan Al-Qur’an:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai-Nya.”
(QS. Al-Fajr: 27–28)⁸
Ini menunjukkan doa menyatukan ridho, ilmu, pemahaman, dan akhir yang baik, menjadi doa lengkap untuk hidup dan akhirat.
Catatan Kaki / Referensi
QS. Al-Ahzab: 51
QS. Ali Imran: 19
HR. Bukhari & Muslim, tentang cinta Nabi ﷺ
QS. Al-Mujadilah: 11
HR. Bukhari, tentang mempelajari Al-Qur’an
HR. Bukhari & Muslim, hadits hati sebagai pusat kebaikan
HR. Muslim, doa dan ucapan Aamiin
QS. Al-Fajr: 27–28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar