Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Sabtu, 24 Januari 2026

Jalan yang Lurus dan Sejarah Peradaban Manusia

Makna Doa “Ihdinas Siratal Mustaqim”

Doa:

“Ihdinas siratal mustaqim”
(Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus.)

Makna dan Tafsir:

  1. Ihdina – Tunjukkan Kami
    Permintaan agar Allah memberikan petunjuk yang benar, bukan sekadar jalan, tetapi panduan hidup yang menyelamatkan jiwa.
    Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menunjukkan siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-An’am: 125)¹

Dalam sejarah manusia, petunjuk ilahi menjadi tonggak peradaban. Misalnya, Nabi Nuh ﷺ menegakkan petunjuk Allah dalam masyarakat yang rusak, sehingga generasinya selamat dari banjir besar dan menjadi awal peradaban manusia baru.

  1. Siratal Mustaqim – Jalan yang Lurus
    Jalan lurus bukan sekadar fisik, tetapi jalan iman dan amal sholeh.
    Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; yang jika kalian berpegang teguh, kalian tidak akan tersesat: Kitab Allah dan sunnahku.”
(HR. Malik)²

Sejarah menunjukkan, peradaban yang mengikuti petunjuk Allah berkembang dengan adab, hukum, dan ilmu, misalnya peradaban Islam di Baghdad, Cordoba, dan Andalusia, yang mengedepankan ilmu, keadilan, dan etika.


Jalan yang Lurus dan Sejarah Peradaban Manusia

  1. Makna Jalan Lurus

  • Jalan yang membawa manusia pada kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan.

  • Jalan yang menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.

  1. Sejarah Peradaban yang Mengikuti Siratal Mustaqim:

  • Nabi Ibrahim ﷺ: Menegakkan monoteisme di tengah masyarakat penyembah berhala → membangun fondasi moral dan spiritual bagi generasi selanjutnya.

  • Peradaban Madinah di zaman Nabi ﷺ: Sistem politik, sosial, dan ekonomi berdasarkan petunjuk Allah → masyarakat sejahtera dan adil.

  • Kota-kota ilmiah Islam (Baghdad, Kairo, Cordoba): Jalan lurus dalam ilmu dan akhlak menghasilkan kemajuan ilmu pengetahuan, arsitektur, dan perdagangan.

“Dan barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya.”
(QS. Al-A’raf: 178)³

Jadi, doa ini tidak hanya spiritual, tetapi juga panduan membangun peradaban yang harmonis.

  1. Hadis Terkait Jalan Lurus:
    Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)⁴

Ini menegaskan bahwa menuntut ilmu dan beramal lurus adalah bagian dari siratal mustaqim.


Siratal Mustaqim dan Aplikasi dalam Kehidupan

1. Dimensi Spiritual

  • Jalan lurus adalah ketaatan pada Allah, melaksanakan sholat, puasa, dan amalan baik.

  • Menghindari kemaksiatan dan perbuatan yang menjerumuskan.

  • Ketenangan jiwa tercapai jika selalu berjalan di jalan yang Allah ridhoi.

2. Dimensi Sosial

  • Menjaga hak sesama manusia, menegakkan keadilan.

  • Sejarah menunjukkan, peradaban yang mengikuti siratal mustaqim menegakkan hukum, perdagangan jujur, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

3. Dimensi Ilmiah dan Peradaban

  • Para ulama dan ilmuwan di peradaban Islam klasik menekankan siratal mustaqim dalam ilmu:

    • Ilmu untuk kebaikan umat

    • Teknologi dan arsitektur untuk kesejahteraan

    • Etika moral sebagai fondasi masyarakat maju

“Sesungguhnya yang benar-benar beruntung adalah orang yang mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya.”
(QS. An-Nur: 52)⁵

4. Doa Penutup dan Harapan

Dengan doa “Ihdinas siratal mustaqim”, kita memohon:

  • Hidup di jalan yang lurus, selamat dunia dan akhirat

  • Petunjuk Allah dalam setiap keputusan, agar masyarakat dan keluarga berkembang dalam kebaikan

  • Ilmu dan amal yang bermanfaat, seperti peradaban manusia terdahulu yang menegakkan kebenaran


Catatan Kaki / Referensi

  1. QS. Al-An’am: 125

  2. HR. Malik, Al-Muwatta, hadits kitab Allah & sunnah Nabi ﷺ

  3. QS. Al-A’raf: 178

  4. HR. Muslim, menuntut ilmu jalan ke surga

  5. QS. An-Nur: 52


Tidak ada komentar:

Posting Komentar