Makna Doa “Ihdinas Siratal Mustaqim”
Doa:
“Ihdinas siratal mustaqim”
(Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus.)
Makna dan Tafsir:
Ihdina – Tunjukkan Kami
Permintaan agar Allah memberikan petunjuk yang benar, bukan sekadar jalan, tetapi panduan hidup yang menyelamatkan jiwa.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menunjukkan siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-An’am: 125)¹
Dalam sejarah manusia, petunjuk ilahi menjadi tonggak peradaban. Misalnya, Nabi Nuh ﷺ menegakkan petunjuk Allah dalam masyarakat yang rusak, sehingga generasinya selamat dari banjir besar dan menjadi awal peradaban manusia baru.
Siratal Mustaqim – Jalan yang Lurus
Jalan lurus bukan sekadar fisik, tetapi jalan iman dan amal sholeh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara; yang jika kalian berpegang teguh, kalian tidak akan tersesat: Kitab Allah dan sunnahku.”
(HR. Malik)²
Sejarah menunjukkan, peradaban yang mengikuti petunjuk Allah berkembang dengan adab, hukum, dan ilmu, misalnya peradaban Islam di Baghdad, Cordoba, dan Andalusia, yang mengedepankan ilmu, keadilan, dan etika.
Jalan yang Lurus dan Sejarah Peradaban Manusia
Makna Jalan Lurus
Jalan yang membawa manusia pada kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan.
Jalan yang menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
Sejarah Peradaban yang Mengikuti Siratal Mustaqim:
Nabi Ibrahim ﷺ: Menegakkan monoteisme di tengah masyarakat penyembah berhala → membangun fondasi moral dan spiritual bagi generasi selanjutnya.
Peradaban Madinah di zaman Nabi ﷺ: Sistem politik, sosial, dan ekonomi berdasarkan petunjuk Allah → masyarakat sejahtera dan adil.
Kota-kota ilmiah Islam (Baghdad, Kairo, Cordoba): Jalan lurus dalam ilmu dan akhlak menghasilkan kemajuan ilmu pengetahuan, arsitektur, dan perdagangan.
“Dan barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya.”
(QS. Al-A’raf: 178)³
Jadi, doa ini tidak hanya spiritual, tetapi juga panduan membangun peradaban yang harmonis.
Hadis Terkait Jalan Lurus:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)⁴
Ini menegaskan bahwa menuntut ilmu dan beramal lurus adalah bagian dari siratal mustaqim.
Siratal Mustaqim dan Aplikasi dalam Kehidupan
1. Dimensi Spiritual
Jalan lurus adalah ketaatan pada Allah, melaksanakan sholat, puasa, dan amalan baik.
Menghindari kemaksiatan dan perbuatan yang menjerumuskan.
Ketenangan jiwa tercapai jika selalu berjalan di jalan yang Allah ridhoi.
2. Dimensi Sosial
Menjaga hak sesama manusia, menegakkan keadilan.
Sejarah menunjukkan, peradaban yang mengikuti siratal mustaqim menegakkan hukum, perdagangan jujur, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
3. Dimensi Ilmiah dan Peradaban
Para ulama dan ilmuwan di peradaban Islam klasik menekankan siratal mustaqim dalam ilmu:
Ilmu untuk kebaikan umat
Teknologi dan arsitektur untuk kesejahteraan
Etika moral sebagai fondasi masyarakat maju
“Sesungguhnya yang benar-benar beruntung adalah orang yang mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya.”
(QS. An-Nur: 52)⁵
4. Doa Penutup dan Harapan
Dengan doa “Ihdinas siratal mustaqim”, kita memohon:
Hidup di jalan yang lurus, selamat dunia dan akhirat
Petunjuk Allah dalam setiap keputusan, agar masyarakat dan keluarga berkembang dalam kebaikan
Ilmu dan amal yang bermanfaat, seperti peradaban manusia terdahulu yang menegakkan kebenaran
Catatan Kaki / Referensi
QS. Al-An’am: 125
HR. Malik, Al-Muwatta, hadits kitab Allah & sunnah Nabi ﷺ
QS. Al-A’raf: 178
HR. Muslim, menuntut ilmu jalan ke surga
QS. An-Nur: 52
Tidak ada komentar:
Posting Komentar