Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Jumat, 23 Januari 2026

Pantun Doa Keluarga

 Doa dan harapan keluarga: kesehatan lahir batin, keberuntungan dunia–akhirat, rezeki halal, keilmuan, Al-Qur’an, kebaikan, serta harap ziarah Haramain (Makkah–Madinah).


Pantun Doa Keluarga

Pembuka Munajat

Pergi ke taman memetik kenanga,
disiram embun saat fajar menyapa;
Bismillah doa kita bermula,
mengharap ridha Allah Yang Maha Esa.

Langit bening awan berarak,
burung kembali ke dahan cemara;
Kami berhimpun dalam munajat,
keluarga kecil penuh doa dan asa.


Doa untuk Diri (M. Abdul Azis)

Pagi hari menimba pelita,
pelita kecil penuntun arah;
Ya Allah kuatkan jiwa raga,
sehatkan lahir juga batin hamba.

Ke pasar lama membeli kain,
kain putih penutup lara;
Beri istiqamah dalam kebaikan,
agar hidup bernilai ibadah semata.

Hujan turun membasuh jalan,
daun gugur tersapu angin;
Dalam sempit jadikan sabar,
dalam lapang jadikan syukur bersemi.


Doa untuk Istri (Inarotul Ulya)

Ke telaga mengambil air,
air bening menyejukkan dada;
Ya Allah berkahi sang pendamping,
Inarotul Ulya penenang jiwa.

Anyam tikar dari pandan,
rapi tersusun di ruang keluarga;
Jadikan ia sumber sakinah,
mawaddah rahmah sepanjang masa.

Mentari condong di ufuk senja,
angin lembut menyentuh rasa;
Lembutkan lisan kuatkan iman,
jadi tiang rumah penuh cahaya.


Doa untuk Anak Pertama (I’anatul Auliya)

Ke kebun teh memetik pucuk,
pucuk hijau harum baunya;
I’anatul Auliya anak sulung,
jadi pertolongan dalam ridha-Nya.

Belajar langkah menata niat,
meniti hari tanpa cela;
Sehat jasad jernih akhlak,
untung dunia akhirat bersama.


Doa untuk Anak Kedua (Zuyinatu Shifa’iyah)

Ke sungai kecil menimba cahaya,
riak tenang membawa damai;
Zuyinatu Shifa’iyah hiasan jiwa,
sembuh lahir batin oleh rahmat Ilahi.

Buka mushaf di pagi hari,
ayat dibaca meresap makna;
Jadikan ia ahli Al-Qur’an,
ayat hidup dalam akhlaknya.


Doa untuk Anak Ketiga (Ahmad Ashiful Baroya)

Ke madrasah membawa pena,
pena tajam menulis hikmah;
Ahmad Ashiful Baroya tercinta,
jadi ahli ilmu beradab indah.

Bunga melati di tepi pagar,
harum tertiup angin pagi;
Ilmu diamal bukan dipamer,
rendah hati tinggi budi.


Doa Kesehatan Lahir Batin

Pergi berlayar ke pulau seberang,
dayung seimbang perahu selamat;
Sehatkan kami wahai Tuhan,
lahir batin hingga akhir hayat.

Daun sirih diikat pita,
dibawa pulang sebagai penawar;
Hindarkan penyakit yang melemahkan iman,
kuatkan raga kuatkan sabar.


Doa Rezeki Halal dan Berkah

Ke pasar pagi membeli beras,
beras putih bekal dapur;
Luaskan rezeki yang halal dan jelas,
berkah mengalir jauh dari mudarat.

Tanam padi di tanah subur,
air cukup matahari ramah;
Cukupkan yang kurang berkahkan yang ada,
agar syukur tumbuh tanpa lelah.


Doa Keberuntungan Dunia–Akhirat

Burung nuri terbang beriring,
hinggap sejenak di dahan cemara;
Jadikan kami orang beruntung,
tepat memilih di tiap perkara.

Jalan berliku jangan gentar,
lampu iman jadi penunjuk;
Untung bukan hanya harta,
namun iman yang kokoh dan lurus.


Doa Ahli Kebaikan

Ke ladang bunga menanam mawar,
disiram sabar berbuah harum;
Jadikan kami ahli kebaikan,
hadir membawa damai dan manfaat umum.

Kain sutra dirajut rapi,
indah dipandang kuat anyamannya;
Ucapan lembut perbuatan pasti,
niat lurus bersih tujuannya.


Doa Ziarah Haramain

Pagi cerah berangkat berdoa,
tas kecil penuh harapan;
Undang kami ke Tanah Suci-Mu ya Allah,
Makkah Madinah tujuan kerinduan.

Putar thawaf air mata jatuh,
di Raudhah sujud bertahan;
Haji dan umrah Engkau mudahkan,
sehat mampu Engkau ridai perjalanan.


Doa Persatuan Keluarga

Anyam rotan menjadi lingkar,
erat bersatu tak mudah patah;
Satukan hati kami sekeluarga,
dalam iman kasih dan amanah.

Bersama melangkah di jalan lurus,
saling menguat di kala lemah;
Rumah kecil jadi taman surga,
doa bersemi sepanjang masa.


Penutup

Mentari pulang di balik bukit,
senja merah menutup hari;
Terimalah doa kami ya Rabb,
meski sederhana tulus di hati.

Air bening mengalir ke muara,
harap berlabuh pada ridha-Nya;
Aamiin kami panjatkan bersama,
Tuhan kabulkan kini dan selamanya.


By. M. Abdul Azis Semarang Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar