Doa dan harapan keluarga: kesehatan lahir batin, keberuntungan dunia–akhirat, rezeki halal, keilmuan, Al-Qur’an, kebaikan, serta harap ziarah Haramain (Makkah–Madinah).
Pantun Doa Keluarga
Pembuka Munajat
Pergi ke taman memetik kenanga,
disiram embun saat fajar menyapa;
Bismillah doa kita bermula,
mengharap ridha Allah Yang Maha Esa.
Langit bening awan berarak,
burung kembali ke dahan cemara;
Kami berhimpun dalam munajat,
keluarga kecil penuh doa dan asa.
Doa untuk Diri (M. Abdul Azis)
Pagi hari menimba pelita,
pelita kecil penuntun arah;
Ya Allah kuatkan jiwa raga,
sehatkan lahir juga batin hamba.
Ke pasar lama membeli kain,
kain putih penutup lara;
Beri istiqamah dalam kebaikan,
agar hidup bernilai ibadah semata.
Hujan turun membasuh jalan,
daun gugur tersapu angin;
Dalam sempit jadikan sabar,
dalam lapang jadikan syukur bersemi.
Doa untuk Istri (Inarotul Ulya)
Ke telaga mengambil air,
air bening menyejukkan dada;
Ya Allah berkahi sang pendamping,
Inarotul Ulya penenang jiwa.
Anyam tikar dari pandan,
rapi tersusun di ruang keluarga;
Jadikan ia sumber sakinah,
mawaddah rahmah sepanjang masa.
Mentari condong di ufuk senja,
angin lembut menyentuh rasa;
Lembutkan lisan kuatkan iman,
jadi tiang rumah penuh cahaya.
Doa untuk Anak Pertama (I’anatul Auliya)
Ke kebun teh memetik pucuk,
pucuk hijau harum baunya;
I’anatul Auliya anak sulung,
jadi pertolongan dalam ridha-Nya.
Belajar langkah menata niat,
meniti hari tanpa cela;
Sehat jasad jernih akhlak,
untung dunia akhirat bersama.
Doa untuk Anak Kedua (Zuyinatu Shifa’iyah)
Ke sungai kecil menimba cahaya,
riak tenang membawa damai;
Zuyinatu Shifa’iyah hiasan jiwa,
sembuh lahir batin oleh rahmat Ilahi.
Buka mushaf di pagi hari,
ayat dibaca meresap makna;
Jadikan ia ahli Al-Qur’an,
ayat hidup dalam akhlaknya.
Doa untuk Anak Ketiga (Ahmad Ashiful Baroya)
Ke madrasah membawa pena,
pena tajam menulis hikmah;
Ahmad Ashiful Baroya tercinta,
jadi ahli ilmu beradab indah.
Bunga melati di tepi pagar,
harum tertiup angin pagi;
Ilmu diamal bukan dipamer,
rendah hati tinggi budi.
Doa Kesehatan Lahir Batin
Pergi berlayar ke pulau seberang,
dayung seimbang perahu selamat;
Sehatkan kami wahai Tuhan,
lahir batin hingga akhir hayat.
Daun sirih diikat pita,
dibawa pulang sebagai penawar;
Hindarkan penyakit yang melemahkan iman,
kuatkan raga kuatkan sabar.
Doa Rezeki Halal dan Berkah
Ke pasar pagi membeli beras,
beras putih bekal dapur;
Luaskan rezeki yang halal dan jelas,
berkah mengalir jauh dari mudarat.
Tanam padi di tanah subur,
air cukup matahari ramah;
Cukupkan yang kurang berkahkan yang ada,
agar syukur tumbuh tanpa lelah.
Doa Keberuntungan Dunia–Akhirat
Burung nuri terbang beriring,
hinggap sejenak di dahan cemara;
Jadikan kami orang beruntung,
tepat memilih di tiap perkara.
Jalan berliku jangan gentar,
lampu iman jadi penunjuk;
Untung bukan hanya harta,
namun iman yang kokoh dan lurus.
Doa Ahli Kebaikan
Ke ladang bunga menanam mawar,
disiram sabar berbuah harum;
Jadikan kami ahli kebaikan,
hadir membawa damai dan manfaat umum.
Kain sutra dirajut rapi,
indah dipandang kuat anyamannya;
Ucapan lembut perbuatan pasti,
niat lurus bersih tujuannya.
Doa Ziarah Haramain
Pagi cerah berangkat berdoa,
tas kecil penuh harapan;
Undang kami ke Tanah Suci-Mu ya Allah,
Makkah Madinah tujuan kerinduan.
Putar thawaf air mata jatuh,
di Raudhah sujud bertahan;
Haji dan umrah Engkau mudahkan,
sehat mampu Engkau ridai perjalanan.
Doa Persatuan Keluarga
Anyam rotan menjadi lingkar,
erat bersatu tak mudah patah;
Satukan hati kami sekeluarga,
dalam iman kasih dan amanah.
Bersama melangkah di jalan lurus,
saling menguat di kala lemah;
Rumah kecil jadi taman surga,
doa bersemi sepanjang masa.
Penutup
Mentari pulang di balik bukit,
senja merah menutup hari;
Terimalah doa kami ya Rabb,
meski sederhana tulus di hati.
Air bening mengalir ke muara,
harap berlabuh pada ridha-Nya;
Aamiin kami panjatkan bersama,
Tuhan kabulkan kini dan selamanya.
By. M. Abdul Azis Semarang Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar