Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Jumat, 16 Januari 2026

Masjid Penuh Jejak Perjuangan dan Pengabdian



Sejarah Masjid Baiturrohman Alfalasy (Ploso)

Peninggalan K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz Tlogo Tanjung

Masjid Penuh Jejak Perjuangan dan Pengabdian

Masjid Baiturrohman Alfalasy yang terletak di wilayah Ploso, merupakan salah satu masjid tua yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat sekitarnya. Masjid ini bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan saksi bisu perjalanan dakwah, perjuangan, dan pengabdian para ulama terdahulu dalam menanamkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat pedesaan. Keberadaan Masjid Baiturrohman Alfalasy tidak dapat dilepaskan dari sosok alim dan pejuang dakwah, K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz, yang berasal dari Tlogo Tanjung.

Pada masa awal berdirinya, kondisi masyarakat Ploso dan sekitarnya masih sederhana, baik dari segi ekonomi maupun fasilitas keagamaan. Akses pendidikan agama masih terbatas, dan masjid menjadi pusat utama pembinaan umat. Dalam konteks inilah, K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz hadir sebagai figur sentral yang memandang masjid bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi sebagai pusat kehidupan umat Islam. Beliau meyakini bahwa kebangkitan masyarakat harus dimulai dari penguatan akidah, ibadah, dan akhlak, yang semuanya berpusat di masjid.

Masjid Baiturrohman Alfalasy dibangun dengan semangat gotong royong dan keikhlasan. Tidak ada kemewahan dalam proses pendiriannya. Material bangunan dikumpulkan secara bertahap, tenaga berasal dari swadaya masyarakat, dan seluruh prosesnya dilandasi niat ibadah. K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz memimpin langsung upaya tersebut, tidak hanya sebagai penggagas, tetapi juga sebagai teladan dalam kerja nyata. Beliau turun langsung, menyatukan masyarakat, dan menguatkan niat bersama bahwa masjid ini adalah milik umat dan untuk umat.

Nama “Baiturrohman”, yang berarti Rumah Yang Maha Pengasih, mencerminkan harapan besar para pendiri agar masjid ini menjadi tempat turunnya rahmat Allah SWT. Sementara sebutan Alfalasy (Ploso) menjadi penanda identitas lokal, yang mengikat masjid ini dengan sejarah dan masyarakat tempat ia berdiri. Dari awal, masjid ini dirancang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembelajaran dan perjuangan sosial-keagamaan.

Dalam perjalanan sejarahnya, Masjid Baiturrohman Alfalasy menjadi pusat aktivitas dakwah yang hidup. Di masjid inilah shalat berjamaah ditegakkan, pengajian rutin dilaksanakan, serta nilai-nilai keislaman ditanamkan kepada generasi muda. K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan akhlak, tempat masyarakat belajar tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai hamba Allah.

Masjid ini juga memiliki peran penting dalam masa-masa sulit, termasuk pada periode perjuangan dan perubahan sosial. Dalam suasana keterbatasan dan tekanan, masjid menjadi tempat berlindung secara spiritual. Doa-doa dipanjatkan, musyawarah dilakukan, dan semangat kebersamaan dipupuk. Masjid Baiturrohman Alfalasy menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk menguatkan iman dan menjaga persatuan.

K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz dikenal sebagai ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan semangat perjuangan dan kemandirian. Melalui masjid ini, beliau membimbing masyarakat agar tidak mudah terpecah, tetap berpegang pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, serta menjadikan agama sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Keteladanan beliau tercermin dari kesederhanaan hidup dan konsistensi dalam mengabdi.

Seiring berjalannya waktu, Masjid Baiturrohman Alfalasy terus mengalami perkembangan. Renovasi dan perbaikan dilakukan secara bertahap, mengikuti kebutuhan jamaah dan pertumbuhan penduduk. Namun demikian, nilai-nilai dasar yang diwariskan oleh pendirinya tetap dijaga. Setiap perubahan fisik masjid selalu diiringi dengan kesadaran untuk mempertahankan ruh perjuangan dan keikhlasan yang menjadi fondasi awal berdirinya masjid.

Masjid ini juga menjadi tempat lahirnya generasi-generasi penerus dakwah. Banyak tokoh masyarakat, guru ngaji, dan penggerak kegiatan keagamaan yang tumbuh dari lingkungan Masjid Baiturrohman Alfalasy. Pengajian anak-anak, remaja, hingga orang tua menjadi bagian dari denyut kehidupan masjid. Dari sinilah nilai keilmuan dan akhlak terus diwariskan lintas generasi.

Dalam konteks sosial kemasyarakatan, Masjid Baiturrohman Alfalasy berfungsi sebagai pusat silaturrahmi dan persatuan. Berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan berangkat dari masjid ini. Masjid menjadi tempat bertemunya masyarakat tanpa sekat status sosial, ekonomi, maupun latar belakang. Semangat ukhuwah Islamiyah yang ditanamkan oleh K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz terus hidup dan terpelihara.

Keberadaan masjid ini sebagai peninggalan K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz Tlogo Tanjung memiliki makna historis yang mendalam. Masjid bukan hanya warisan fisik, tetapi juga warisan nilai, perjuangan, dan keteladanan. Setiap dinding, tiang, dan ruang di dalamnya menyimpan cerita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan doa-doa yang dipanjatkan oleh para pendahulu.

Hingga kini, Masjid Baiturrohman Alfalasy (Ploso) tetap berdiri kokoh sebagai simbol perjuangan dan pengabdian. Masjid ini terus menjalankan fungsinya sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat. Jamaah yang datang dan pergi membawa harapan agar masjid ini senantiasa menjadi tempat yang menenangkan, menyatukan, dan menguatkan iman.

Generasi penerus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melestarikan sejarah Masjid Baiturrohman Alfalasy. Tidak hanya merawat bangunannya, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan. Semangat dakwah, kesederhanaan, dan kebersamaan yang ditanamkan oleh K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz harus terus dijaga agar masjid ini tetap menjadi pusat cahaya bagi masyarakat Ploso dan sekitarnya.

Masjid Baiturrohman Alfalasy adalah bukti bahwa perjuangan yang dilakukan dengan keikhlasan akan meninggalkan jejak yang panjang. Dari generasi ke generasi, masjid ini terus menjadi saksi perjalanan umat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sejarahnya adalah sejarah tentang iman, pengabdian, dan keteguhan hati dalam menjaga agama di tengah dinamika zaman.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada Masjid Baiturrohman Alfalasy, menerima amal jariyah para pendirinya, khususnya K. Muhammad Salim bin Abdul Aziz, serta menjadikan masjid ini terus hidup sebagai pusat ibadah dan perjuangan umat hingga akhir zaman. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Imam - Imam Masjid Baiturrohman Alfalasy dari masa-ke masa

1. K. Muhammad Salim Bin Abdul Aziz

2. K. Masrum

3. K. Mansuron

4. K. Moch. Shodiq Maksum, S.Ag., M.Pd


Tidak ada komentar:

Posting Komentar