Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Sabtu, 24 Januari 2026

Jasad dan Ruh



Ruhnya Sholat: Menghidupkan Ibadah, Menyambung Hati dengan Allah

1. Sholat: Jasad dan Ruh

Sholat memiliki jasad dan ruh.
Jasad sholat adalah:

  • Gerakan (berdiri, rukuk, sujud)

  • Bacaan

  • Waktu dan syarat

Sedangkan ruh sholat adalah:

Hadirnya hati di hadapan Allah (khusyu’)

Tanpa ruh, sholat hanya menjadi gerakan fisik. Seperti jasad tanpa nyawa.

Allah SWT berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.”
(QS. Al-Mu’minūn: 1–2)

Ayat ini menunjukkan bahwa keberuntungan tidak dikaitkan dengan banyaknya sholat, tetapi dengan kekhusyu’an.


2. Hakikat Ruh Sholat: Khusyu’ dan Hudhurul Qalb

Para ulama sepakat:

Ruh sholat adalah khusyu’, dan inti khusyu’ adalah hadirnya hati (ḥuḍūrul qalb).

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya seseorang sholat, tetapi tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, atau seperdelapannya…”
(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Ini menunjukkan:

  • Nilai sholat bergantung pada kualitas hati

  • Hati yang lalai mengurangi pahala sholat


3. Sholat sebagai Munajat dan Dialog

Sholat bukan monolog, tetapi dialog.

Dalam hadis qudsi tentang Al-Fātiḥah, Allah menjawab setiap ayat yang dibaca hamba. Ini menegaskan:

  • Saat sholat, Allah menyimak

  • Hamba sedang berbicara langsung dengan Rabb-nya

Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian sholat, maka sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Rabb-nya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah ruh sholat: merasa sedang berdiri di hadapan Allah.


4. Takbiratul Ihram: Memutus Dunia, Memasuki Hadirat Allah

Ketika mengucap:

Allāhu Akbar

Maknanya:

  • Allah lebih besar dari semua urusan

  • Dunia ditinggalkan

  • Hati masuk ke hadirat Ilahi

Ulama tasawuf mengatakan:

“Jika dunia masih dibawa ke dalam sholat, maka takbirnya belum jujur.”


5. Rukuk dan Sujud: Puncak Ruhani Sholat

Rukuk adalah pengakuan kebesaran Allah.
Sujud adalah puncak kehinaan hamba dan puncak kedekatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud.”
(HR. Muslim)

Jika sujud hanya menempelkan dahi ke lantai tanpa tunduknya hati, maka ruh sholat belum sempurna.


6. Sholat Mencegah Keji dan Munkar (Buah Ruh Sholat)

Allah berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45)

Jika sholat tidak berpengaruh pada akhlak, maka yang bermasalah bukan sholatnya—tetapi ruh sholatnya belum hidup.


7. Penyakit yang Mematikan Ruh Sholat

Beberapa hal yang melemahkan ruh sholat:

  • Sholat tergesa-gesa

  • Pikiran dunia berlebihan

  • Tidak memahami bacaan

  • Menganggap sholat sebagai beban

Rasulullah ﷺ memperingatkan:

“Pencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri dari sholatnya.”
(HR. Ahmad)

Ditanya bagaimana caranya, Nabi menjawab:

“Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.”


8. Cara Menghidupkan Ruh Sholat

Para ulama memberi nasihat:

  1. Fahami makna bacaan

  2. Rasakan sedang diawasi Allah (muraqabah)

  3. Sholat seolah-olah sholat terakhir

  4. Hadirkan rasa butuh dan hina di hadapan Allah

  5. Perbanyak sholat sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sholatlah engkau seperti sholat orang yang akan berpisah (dari dunia).”
(HR. Ibnu Majah)


9. Ruh Sholat dalam Perspektif Tasawuf

Dalam tasawuf:

  • Sholat adalah mi’raj orang beriman

  • Jalan dari lahir menuju batin

  • Dari gerak menuju rasa

  • Dari kewajiban menuju kerinduan

Imam Al-Ghazali berkata:

“Buah sholat adalah cahaya dalam hati.”


Penutup

Ruh sholat bukan terletak pada lamanya berdiri, tetapi dalamnya kehadiran hati.
Sholat yang hidup akan:

  • Menenangkan jiwa

  • Menjernihkan hati

  • Meluruskan akhlak

  • Mendekatkan kepada Allah

Semoga Allah menghidupkan ruh sholat kita, bukan sekadar menjaga geraknya.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar