Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Sabtu, 24 Januari 2026

Asy-Syifā’ dalam Islam

 

Asy-Syifā’ (Penyembuh): Al-Qur’an sebagai Obat Lahir dan Batin

1. Makna Asy-Syifā’ dalam Islam

Asy-Syifā’ berarti penyembuh, obat, dan pemulih. Dalam Islam, penyembuhan tidak hanya menyentuh jasad, tetapi juga jiwa, hati, dan akhlak.

Allah SWT berfirman:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isrā’: 82)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an itu sendiri adalah obat, bukan hanya doa yang dibacakan.


2. Al-Qur’an Menyembuhkan Penyakit Hati

Penyakit paling berbahaya adalah penyakit hati: iri, dengki, sombong, was-was, gelisah, putus asa.

Allah SWT berfirman:

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada.”
(QS. Yūnus: 57)

Ulama tafsir menjelaskan:

  • Al-Qur’an membersihkan aqidah

  • Menenangkan jiwa

  • Meluruskan niat

  • Menghidupkan harapan


3. Al-Fātiḥah sebagai Asy-Syifā’

Surat Al-Fātiḥah disebut secara khusus sebagai Asy-Syifā’.

Dalam hadis sahih, seorang sahabat meruqyah orang yang tersengat binatang berbisa dengan membaca Al-Fātiḥah, lalu ia sembuh. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fātiḥah adalah ruqyah?”
(HR. Bukhari)

Ini menunjukkan:

  • Al-Fātiḥah adalah obat lahir dan batin

  • Mengandung pujian, tauhid, doa, dan penyerahan diri


4. Asy-Syifā’ dan Keyakinan (Yaqīn)

Penyembuhan dalam Islam sangat terkait dengan iman dan keyakinan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Abu Dawud)

Al-Qur’an dan doa:

  • Tidak meniadakan ikhtiar medis

  • Menyempurnakan ikhtiar lahir dengan kekuatan batin


5. Ruqyah Syar‘iyyah: Bentuk Asy-Syifā’

Ruqyah syar‘iyyah adalah penyembuhan dengan:

  • Ayat-ayat Al-Qur’an

  • Asma’ Allah

  • Doa Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.”
(HR. Muslim)

Asy-Syifā’ bukan mantra, tetapi ketundukan kepada Allah.


6. Asy-Syifā’ dalam Perspektif Tasawuf

Dalam tasawuf:

  • Penyakit berasal dari jauh dari Allah

  • Obatnya adalah dzikrullah

Allah SWT berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)

Para sufi berkata:

“Ketika hati dekat dengan Allah, tubuh ikut sembuh.”


7. Asy-Syifā’ dan Akhlak

Al-Qur’an menyembuhkan:

  • Kebencian → kasih sayang

  • Ketakutan → tawakkal

  • Keserakahan → qana‘ah

  • Putus asa → harapan

Inilah penyembuhan peradaban manusia, bukan hanya individu.


8. Adab Menggunakan Asy-Syifā’

Ulama menasihatkan:

  1. Niat ikhlas

  2. Yakin kepada Allah

  3. Istiqamah membaca Al-Qur’an

  4. Tidak menggantungkan pada selain Allah

  5. Disertai ikhtiar lahir


Penutup

Asy-Syifā’ bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya.
Ia menyembuhkan:

  • Hati yang luka

  • Jiwa yang gelisah

  • Akhlak yang rusak

  • Tubuh yang lemah dengan izin Allah

Siapa menjadikan Al-Qur’an sebagai obat, Allah akan menjadikannya hidup dan tenang.

Semoga Allah menyembuhkan kita dengan Al-Qur’an, lahir dan batin.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar