Asy-Syifā’ (Penyembuh): Al-Qur’an sebagai Obat Lahir dan Batin
1. Makna Asy-Syifā’ dalam Islam
Asy-Syifā’ berarti penyembuh, obat, dan pemulih. Dalam Islam, penyembuhan tidak hanya menyentuh jasad, tetapi juga jiwa, hati, dan akhlak.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isrā’: 82)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an itu sendiri adalah obat, bukan hanya doa yang dibacakan.
2. Al-Qur’an Menyembuhkan Penyakit Hati
Penyakit paling berbahaya adalah penyakit hati: iri, dengki, sombong, was-was, gelisah, putus asa.
Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada.”
(QS. Yūnus: 57)
Ulama tafsir menjelaskan:
Al-Qur’an membersihkan aqidah
Menenangkan jiwa
Meluruskan niat
Menghidupkan harapan
3. Al-Fātiḥah sebagai Asy-Syifā’
Surat Al-Fātiḥah disebut secara khusus sebagai Asy-Syifā’.
Dalam hadis sahih, seorang sahabat meruqyah orang yang tersengat binatang berbisa dengan membaca Al-Fātiḥah, lalu ia sembuh. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fātiḥah adalah ruqyah?”
(HR. Bukhari)
Ini menunjukkan:
Al-Fātiḥah adalah obat lahir dan batin
Mengandung pujian, tauhid, doa, dan penyerahan diri
4. Asy-Syifā’ dan Keyakinan (Yaqīn)
Penyembuhan dalam Islam sangat terkait dengan iman dan keyakinan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Abu Dawud)
Al-Qur’an dan doa:
Tidak meniadakan ikhtiar medis
Menyempurnakan ikhtiar lahir dengan kekuatan batin
5. Ruqyah Syar‘iyyah: Bentuk Asy-Syifā’
Ruqyah syar‘iyyah adalah penyembuhan dengan:
Ayat-ayat Al-Qur’an
Asma’ Allah
Doa Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.”
(HR. Muslim)
Asy-Syifā’ bukan mantra, tetapi ketundukan kepada Allah.
6. Asy-Syifā’ dalam Perspektif Tasawuf
Dalam tasawuf:
Penyakit berasal dari jauh dari Allah
Obatnya adalah dzikrullah
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Para sufi berkata:
“Ketika hati dekat dengan Allah, tubuh ikut sembuh.”
7. Asy-Syifā’ dan Akhlak
Al-Qur’an menyembuhkan:
Kebencian → kasih sayang
Ketakutan → tawakkal
Keserakahan → qana‘ah
Putus asa → harapan
Inilah penyembuhan peradaban manusia, bukan hanya individu.
8. Adab Menggunakan Asy-Syifā’
Ulama menasihatkan:
Niat ikhlas
Yakin kepada Allah
Istiqamah membaca Al-Qur’an
Tidak menggantungkan pada selain Allah
Disertai ikhtiar lahir
Penutup
Asy-Syifā’ bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya.
Ia menyembuhkan:
Hati yang luka
Jiwa yang gelisah
Akhlak yang rusak
Tubuh yang lemah dengan izin Allah
Siapa menjadikan Al-Qur’an sebagai obat, Allah akan menjadikannya hidup dan tenang.
Semoga Allah menyembuhkan kita dengan Al-Qur’an, lahir dan batin.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar