Aku Melihat Beliau Bahagia
(K. Masduki bin Yunus bin Wasimin)
Aku melihat beliau bahagia di alam sana,
bukan dengan mata,
melainkan dengan hati yang tenang oleh doa.
Wajahnya tak lagi menyimpan lelah,
langkahnya tak lagi diburu waktu.
Yang tersisa hanyalah senyum damai,
dari jiwa yang telah sampai
pada tempat yang dijanjikan.
Tak ada kegelisahan,
tak ada beban dunia yang tertinggal.
Hanya cahaya rahmat
yang menyelimuti perjalanannya.
Aku melihat beliau bahagia,
karena hidupnya telah selesai dengan baik.
Ilmu telah dititipkan,
doa masih mengalir,
dan cinta murid-muridnya
tak terputus oleh jarak alam.
Jika ini hanya prasangka baik,
maka biarlah ia menjadi doa.
Dan jika ini adalah kebenaran,
maka itulah karunia terbesar
dari Allah Yang Maha Penyayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar