Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Senin, 12 Januari 2026

tujuh ulama besar dan wali Allah yang dimakamkan di Marrakesh, Maroko

 

Tujuh Wali Kota Marrakesh (Sab’atu Rijal) adalah tujuh ulama besar dan wali Allah yang dimakamkan di Marrakesh, Maroko. Mereka dihormati sebagai pilar spiritual kota, dengan kelebihan berupa ilmu, karamah, dan keteladanan hidup. Tradisi ziarah ke makam mereka berlangsung turun-temurun sejak abad ke-17 atas prakarsa Sultan Moulay Ismail.


🕌 Sejarah Tradisi Sab’atu Rijal

  • Asal-usul: Sultan Alawi Moulay Ismail (1672–1727) menetapkan tradisi ziarah ke makam tujuh wali sebagai pengganti praktik ziarah ke makam wali di luar Marrakesh.
  • Tujuan: Menguatkan spiritualitas masyarakat, memperkokoh identitas kota, dan menjaga kesinambungan tradisi sufi.
  • Pelaksanaan: Ziarah dilakukan selama tujuh hari, mengunjungi makam setiap wali secara berurutan.

🌟 Profil Tujuh Wali Kota Marrakesh

Nama Wali Profil Singkat Kelebihan
Sidi Yusuf ibn ‘Ali Seorang wali yang hidup dalam kesederhanaan, dikenal sebagai orang miskin yang sabar. Kesabaran luar biasa, keteguhan iman meski hidup dalam keterbatasan.
Qadi ‘Iyad ibn Musa al-Yahsubi (1083–1149) Ulama besar, penulis kitab ash-Shifa bi Ta’rif Huquq al-Musthafa. Keilmuan tinggi dalam hadis dan fiqh, karya monumental tentang hak Nabi ﷺ.
Sidi Bel Abbas (w. 1204) Sufi besar, dikenal sebagai “wali orang miskin” di Marrakesh. Kepedulian sosial, karamah membantu fakir miskin.
Sidi Muhammad ibn Sulayman al-Jazuli (w. 1465) Penulis Dalā’il al-Khayrāt, kitab shalawat terkenal. Kecintaan mendalam kepada Nabi ﷺ, karamah jasad tetap utuh setelah wafat.
Sidi ‘Abd al-‘Aziz al-Tebaa (w. 1508) Murid al-Jazuli, sufi berpengaruh di Marrakesh. Melanjutkan tarekat Jazuliyah, keteladanan dalam zuhud dan dakwah.
Sidi ‘Abd al-Rahman al-Suhayli (w. 1185) Ulama Andalusia, ahli tafsir dan hadis, penulis al-Rawd al-Unuf. Keilmuan mendalam, tafsir yang memperkaya tradisi Islam.
Sidi al-Qadi Muhammad ibn ‘Abd Allah al-Majiri (w. 1514) Ulama fiqh dan sufi, tokoh penting di Marrakesh. Keseimbangan antara ilmu syariat dan tasawuf, dihormati sebagai hakim sekaligus wali.

Sources:


📌 Kelebihan Utama Sab’atu Rijal

  • Ilmu dan karya: Beberapa menulis kitab monumental (Qadi Iyad, al-Suhayli, al-Jazuli).
  • Karamah: Kisah jasad utuh al-Jazuli, kepedulian sosial Sidi Bel Abbas.
  • Keteladanan hidup: Kesederhanaan Sidi Yusuf ibn ‘Ali, zuhud al-Tebaa.
  • Spiritualitas: Menjadi pusat tarekat sufi dan inspirasi masyarakat Marrakesh.

🎯 Kesimpulan

Tujuh Wali Kota Marrakesh adalah pilar spiritual dan ilmiah yang membentuk identitas religius kota. Keistimewaan mereka mencakup ilmu, karamah, cinta Nabi, dan kepedulian sosial, menjadikan tradisi ziarah Sab’atu Rijal sebagai warisan sufi yang terus hidup hingga kini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar