KH Abdullah Dimyati Bengkah Wonosekar adalah ulama besar Demak yang lahir sekitar tahun 1862 dan wafat pada 26 September 1943. Beliau dikenal sebagai sosok zuhud, sederhana, penuh tawakkal, dan menjadi pelopor dakwah Islam di Dukuh Bengkah, Wonosekar, Karangawen. Keutamaannya terletak pada keturunan bangsawan Demak, kedalaman ilmu, serta keberkahan spiritual yang menjadikan Bengkah sebagai pusat lahirnya banyak ulama alim.
🕰️ Sejarah KH Dimyati Bengkah Wonosekar
- Nama lengkap: KH Abdullah Dimyati
- Lahir: Sekitar tahun 1862 di Karanggondang, Grobogan
- Wafat: Sabtu Wage, 26 September 1943 M / 16 Ramadhan 1361 H
- Keturunan: Putra ke-4 dari Raden Mas KH Sanusi Karanggondang Grobogan, keturunan Kerajaan Demak
- Masa kecil: Belajar mengaji langsung dari ayahnya, KH Sanusi
- Pendidikan: Menimba ilmu di Pesantren Langitan, Tuban. Sahabat akrabnya adalah KH Ibrahim, pengasuh Ponpes Ibrahimiyyah Brumbung, Mranggen
- Perjuangan dakwah: Menyebarkan Islam di Dukuh Bengkah, Wonosekar, Karangawen, Demak. Dakwah beliau menjadikan daerah tersebut adem ayem dan penuh berkah
🌟 Kelebihan dan Keutamaan KH Dimyati
- Zuhud dan wara’: Hidup sederhana, penuh tawakkal, tidak pernah makan nasi, hanya makan kunir sebagai bentuk riadloh (latihan spiritual)
- Kesahajaan: Sosok yang rendah hati, tidak berorientasi pada dunia, lebih menekankan ibadah dan pengabdian
- Karomah spiritual: Bengkah dikenal sebagai “gudangnya orang alim” berkat keberkahan beliau. Banyak generasi alim lahir dari wilayah ini
- Keturunan bangsawan: Sebagai keturunan Kerajaan Demak, beliau mewarisi tradisi keilmuan dan kepemimpinan spiritual
- Dakwah berkelanjutan: Dakwah beliau di Bengkah terus dikenang melalui haul tahunan yang dihadiri ribuan jamaah NU dan masyarakat
📌 Warisan dan Pengaruh
- Haul tahunan: Haul KH Dimyati ke-81 dilaksanakan pada 2024 di Bengkah, Wonosekar, Demak. Acara ini menjadi momentum silaturahmi dan penguatan tradisi NU
- Pusat keilmuan: Bengkah menjadi tempat lahirnya banyak ulama dan santri yang kemudian menyebarkan Islam ke berbagai daerah
- Inspirasi masyarakat: Sosok beliau menjadi teladan dalam kesederhanaan, keteguhan iman, dan perjuangan dakwah di pedesaan
📊 Ringkasan
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama | KH Abdullah Dimyati |
| Lahir – Wafat | 1862 – 1943 |
| Asal | Karanggondang, Grobogan |
| Keturunan | Kerajaan Demak |
| Dakwah | Bengkah, Wonosekar, Karangawen, Demak |
| Keutamaan | Zuhud, wara’, tawakkal, riadloh unik (makan kunir), karomah |
| Warisan | Haul tahunan, Bengkah sebagai pusat ulama |
KH Dimyati bukan hanya tokoh lokal, tetapi juga simbol keberlanjutan tradisi Islam di Demak. Sosoknya mengajarkan bahwa kekuatan dakwah bukan pada kemewahan, melainkan pada kesederhanaan, keteguhan iman, dan keberkahan spiritual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar