Jamarat adalah tiga pilar di Mina (Jamarat al-Sughra, al-Wusta, dan al-Aqaba) yang menjadi lokasi ritual melontar jumrah dalam ibadah haji. Sejarahnya berakar dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang melempar batu ke arah setan saat digoda untuk meninggalkan perintah Allah, sementara keistimewaannya adalah sebagai simbol penolakan terhadap godaan, ketaatan, dan pengorbanan dalam Islam.
🏞 Sejarah Jamarat
Asal-usul ritual:
- Saat Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk mengorbankan putranya, Ismail, setan berusaha menggoda agar ia membatalkan perintah tersebut.
- Nabi Ibrahim kemudian melempar batu ke arah setan di tiga lokasi berbeda, yang kini dikenal sebagai Jamarat al-Sughra, al-Wusta, dan al-Aqaba.
Lokasi:
- Jamarat terletak di Mina, sekitar 5 km dari Masjidil Haram, Makkah.
- Terdiri dari tiga pilar (monumen) yang menjadi titik ritual melontar jumrah.
Sejarah Islam:
- Rasulullah ﷺ melaksanakan ritual melontar jumrah saat Haji Wada, menegaskan pentingnya ibadah ini sebagai bagian dari haji.
- Sejak masa jahiliah, masyarakat Arab sudah mengenal Mina sebagai tempat ritual, namun Islam mengubahnya menjadi simbol tauhid dan ketaatan.
✨ Keistimewaan Jamarat
Simbol Penolakan terhadap Setan
- Melontar jumrah adalah simbol perlawanan terhadap godaan duniawi dan komitmen kepada Allah.
Bagian dari Rukun Haji
- Ritual ini wajib dilakukan oleh jamaah haji pada tanggal 10–13 Dzulhijjah.
- Jamaah melempar tujuh kerikil ke masing-masing pilar setiap harinya.
Pelajaran Spiritual
- Mengajarkan umat Islam untuk menolak bisikan setan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjadi pengingat bahwa iman harus ditegakkan dengan tindakan nyata.
Kesetaraan Umat Islam
- Jutaan jamaah dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, melaksanakan ritual yang sama tanpa perbedaan status sosial.
📊 Ringkasan Fakta Jamarat
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Mina, ±5 km dari Masjidil Haram, Makkah |
| Pilar | Jamarat al-Sughra, al-Wusta, al-Aqaba |
| Sejarah | Nabi Ibrahim melempar setan dengan batu; Rasulullah ﷺ melaksanakan saat Haji Wada |
| Ritual haji | Melontar jumrah (7 kerikil per pilar, 10–13 Dzulhijjah) |
| Simbol | Penolakan terhadap setan, ketaatan, pengorbanan, kesetaraan |
📌 Pelajaran dari Jamarat
- Ketaatan: Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah.
- Pengorbanan: Mengingatkan pentingnya berkorban demi iman.
- Kesetaraan: Semua jamaah melaksanakan ritual yang sama, menegaskan persaudaraan Islam.
- Perlawanan terhadap godaan: Melontar jumrah menjadi simbol nyata penolakan terhadap setan.
Kesimpulannya, Jamarat bukan sekadar tiga pilar di Mina, melainkan simbol besar dalam sejarah Islam: perlawanan terhadap setan, ketaatan kepada Allah, dan persatuan umat. Ritual melontar jumrah mengajarkan umat Islam untuk menolak godaan duniawi dan meneguhkan iman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar