Puisi Keluarga: Jiwa Pulang dalam Ridho Allah dan Syafaat Nabi ﷺ
Mentari pagi menyapa jendela hati,
Jiwaku pulang pada Allah Yang Maha Suci.
Ridho-Mu penyejuk langkahku,
Menjadi cahaya dalam setiap amal dan niatku.
Istriku tercinta, Inarotul Ulya,
Bunga mekar harum menebar kesejukan di pagi.
Ridho Allah menenangkan hatimu,
Syafaat Nabi ﷺ menjadi pelita hidupmu, dunia dan akhir nanti.
I’anatul Auliya, putri sulung yang manis,
Burung terbang riang menemani langkahmu di pagi hari.
Hati dan amal sholeh menyertai setiap jejakmu,
Ridho Ilahi selalu menaungi jalanmu.
Zuyinatu Syifa’iyah, putri kedua yang bersinar,
Embun menyejukkan daun hijau di pagi hari.
Ilmu dan iman menjadi cahaya hatimu,
Syafaat Nabi ﷺ melindungi langkah dan mimpimu.
Ahmad Ashiful Baroya, putra ketiga yang gagah,
Air sungai mengalir jernih menembus bumi.
Ridho Allah jadi penuntun hidup dan amalmu,
Jiwamu tenang, pahala mengalir sepanjang masa.
Bintang gemerlap di langit malam yang damai,
Kumpulkan kami semua dalam rahmat dan ridho-Mu.
Dalam surga-Mu yang abadi dan penuh cahaya,
Keluarga ini bersatu, selamat di dunia dan akhirat.
Dzikir dan Al-Qur’an menjadi obat hati,
Penyejuk jiwa, penuntun amal, dan cahaya iman.
Menyelimuti seluruh keluarga dalam kasih-Mu,
Membawa ketenangan yang tak lekang oleh waktu.
Sabar dan syukur menjadi teman setia,
Ridho Allah abadi sepanjang masa.
Ya Rasul ﷺ, syafaatmu kami pinta,
Di hari kiamat, selamatkan keluarga ini dalam naungan-Mu.
Ya Allah, akhir hidup kami indah,
Kembali pada-Mu dalam ridho yang mulia dan abadi.
Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu ﷺ, salafussholeh,
Menjadi keluarga yang selalu beruntung dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar