K. Masduki bin Yunus
Di serambi kampung yang sunyi,
kau eja huruf-huruf langit
dengan suara pelan
namun sampai ke dasar hati.
Tak kau bangun mimbar tinggi,
cukup tikar, mushaf lusuh,
dan doa-doa panjang
yang kau titipkan pada anak-anak kecil.
Langkahmu sederhana,
namun arahmu lurus;
mengajar bukan untuk dikenal,
melainkan agar iman dikenal.
Di Madin dan di masjid tua,
kau tanamkan tauhid
dengan tembang,
agar Tuhan mudah diingat
oleh usia yang masih bermain.
Engkau ajarkan:
bersih pakaian, bening niat,
baik laku, lurus tujuan—
agama bukan sekadar hafalan,
tetapi kebiasaan hidup.
Jum’at kau naik mimbar,
bukan membawa suara keras,
melainkan ketenangan
yang membuat jamaah pulang
lebih dekat kepada Allah.
Kau pergi tanpa sorak,
namun ilmumu tetap berjalan
dalam langkah murid-muridmu,
dalam doa kampung yang tak putus,
dalam amal yang tak menua.
Wahai guru desa,
namamu mungkin tak tertulis di buku besar,
namun tercatat rapi
di langit pengabdian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar