Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Jumat, 16 Januari 2026

Pondok Pesantren ATIM Kaliwungu Kendal

Pondok Pesantren ATIM

(Asrama Tarbiyatul Islam Muta’allimin)
Sekopek, Sarirejo, Kaliwungu, Kendal, Jawa tengah, Indonesia

Sejarah Pendirian dan Dinamika Penamaan Pesantren

Pondok Pesantren ATIM yang berlokasi di Sekopek, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, merupakan pesantren yang tumbuh secara alami mengikuti perjalanan waktu, keadaan, dan kebutuhan umat. Sejak awal berdirinya, pesantren ini tidak langsung dikenal dengan satu nama baku sebagaimana yang dikenal sekarang, melainkan mengalami perubahan dan dinamika penamaan seiring dengan perkembangan kepengasuhan dan aktivitas pendidikan di dalamnya.

Pada masa-masa awal, pesantren ini lebih dikenal sebagai asrama ngaji atau pondokan santri, ada juga yang bilang namanya Pondok Ibrohimiyyah. merujuk pada fungsinya sebagai tempat tinggal dan pembinaan para penuntut ilmu. Penamaan tersebut mencerminkan kesederhanaan pesantren, yang sejak awal tidak berorientasi pada formalitas nama, melainkan pada substansi tarbiyah dan keberkahan ilmu.

Seiring berjalannya waktu dan semakin tertatanya kegiatan pendidikan, pesantren ini kemudian dikenal dengan beberapa sebutan yang berkembang di masyarakat, sesuai dengan figur pengasuh dan aktivitas yang berlangsung. Namun, dalam seluruh fase tersebut, ruh pesantren tetap sama: sebagai tempat mendidik santri agar berilmu, beradab, dan memiliki keteguhan iman.

Akhirnya, untuk kejelasan identitas dan kesinambungan kelembagaan, pesantren ini menetapkan nama Pondok Pesantren ATIM (Asrama Tarbiyatul Islam Muta’allimin) sebagai nama terakhir dan resmi yang dikenal hingga kini. Penetapan nama ini tidak dimaksudkan untuk menghapus sejarah penamaan sebelumnya, melainkan sebagai peneguhan identitas agar pesantren dapat terus dikenali, dijaga, dan dilestarikan oleh generasi penerus.

Pondasi Spiritual dan Niat Pendiri

Dalam tradisi lisan yang hidup di lingkungan pesantren, Pondok Pesantren ATIM diyakini berdiri atas isyarah dan arahan ruhani Nabiyulloh Khidir ‘Alaihis Salam. Isyarah tersebut menjadi penguat niat para pendiri, bahwa pesantren ini bukan sekadar lembaga fisik, melainkan amanah spiritual yang harus dijaga dengan keikhlasan dan kesungguhan.

Pendiri pesantren, Kiai Sarbini, mendirikan pondok ini dengan niat tulus untuk membuka jalan ilmu bagi para santri, khususnya dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Beliau tidak mewariskan pesantren dalam bentuk kekayaan atau bangunan megah, melainkan dalam bentuk niat baik, nilai adab, dan tradisi keilmuan.

Niat pendiri inilah yang menjadi inti keberlangsungan pesantren ATIM. Selama niat tersebut dijaga, pesantren diyakini akan tetap hidup dan memberi manfaat, meskipun dalam kesederhanaan.

Estafet Kepengasuhan: Dari Pendiri hingga Generasi Ketiga

Kepengasuhan Pondok Pesantren ATIM bermula dari Kiai Sarbini sebagai pendiri dan peletak dasar pesantren. Beliau menanamkan prinsip bahwa pesantren harus berpihak pada kaum kecil, membuka akses ilmu seluas-luasnya, dan menanamkan adab sebelum ilmu.

Estafet kepengasuhan kemudian dilanjutkan oleh Kiai Yasir sebagai generasi kedua. Pada masa beliau, pesantren semakin dikenal sebagai tempat santri yang nyantri sambil bekerja, hidup sederhana, dan kuat secara mental. Tradisi pesantren rakyat ini semakin mengakar dan menjadi ciri khas ATIM.

Selanjutnya, kepengasuhan diteruskan oleh Kiai Mukhotob sebagai generasi ketiga, yang menjaga kesinambungan pesantren di tengah perubahan zaman. Di bawah kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren ATIM tetap mempertahankan jati dirinya, sekaligus membuka diri terhadap sinergi dengan pesantren dan lembaga pendidikan lain seperti PP APIK, MIM, dan MA Sunan Katong, dengan catatan santri tetap bermukim dan dibina di ATIM Sekopek.

Harapan Keberlanjutan melalui Dzurriyah

Salah satu harapan besar yang terus hidup di lingkungan Pondok Pesantren ATIM adalah keberlanjutan pesantren melalui dzurriyah pendiri dan pengasuh. Dalam tradisi pesantren, kesinambungan kepengasuhan oleh dzurriyah tidak semata-mata dipahami sebagai pewarisan biologis, tetapi sebagai pewarisan nilai, amanah, dan niat baik.

Diharapkan kelak ada dzurriyah yang melanjutkan perjuangan para pendiri dan pengasuh, menjaga pesantren ini tetap hidup sebagai tempat tarbiyah umat. Harapan ini bukan ambisi duniawi, melainkan doa agar niat baik Kiai Sarbini dan para penerusnya terus mengalir pahalanya, sebagaimana ilmu yang diajarkan dan santri yang dididik.

Dalam keyakinan pesantren, selama ada dzurriyah atau penerus yang menjaga amanah, menghidupkan pengajian, dan merawat adab santri, maka pesantren akan tetap berdiri—bukan hanya secara fisik, tetapi secara ruhani—hingga akhir zaman.

Penutup

Pondok Pesantren ATIM (Asrama Tarbiyatul Islam Muta’allimin) di Sekopek, Sarirejo, Kaliwungu, Kendal, merupakan pesantren yang tumbuh melalui perjalanan panjang, termasuk dinamika perubahan nama, kepengasuhan, dan bentuk pendidikan. Dari asrama sederhana hingga dikenal sebagai PP. ATIM, pesantren ini tetap menjaga satu benang merah: niat ikhlas dalam mendidik santri.

Dengan didirikannya pesantren ini oleh Kiai Sarbini, dilanjutkan Kiai Yasir, dan diteruskan Kiai Mukhotob, serta dengan harapan besar adanya dzurriyah yang melanjutkan perjuangan, Pondok Pesantren ATIM diharapkan terus lestari, membawa keberkahan, dan menjadi saksi amal jariyah para pendirinya hingga hari akhir (kiamat).

Oleh. M. Abdul Azis Semarang Indonesia

1 komentar:

  1. Saya sbg anggota keluarga pengasuh PP ATIM sangat salut,terharu sekaligus bangga dg para alumni PP ATIM 👍🏻
    Bukan hanya sbg santri tp bisa Jd keluarga baru jg bagi keluarga saya.
    Semoga ilmu kalian bermanfaat dan meluas 🥹🙏🏻

    BalasHapus