K. Masduki bin Yunus: Sebuah Refleksi Pendidik Desa
Ia memilih ruang yang kecil
untuk tugas yang besar:
mentransmisikan tauhid
dari generasi ke generasi.
Metodenya tidak bertumpu
pada kompleksitas wacana,
melainkan pada kesederhanaan
yang terstruktur dan berulang.
Dalam tembang anak-anak Madrasah Diniyah,
ia menjelmakan teologi
menjadi praktik keseharian—
iman yang dikenakan, diucapkan,
dan dijalani.
Peran pendidik baginya
bukan produksi pengetahuan,
melainkan pembentukan habitus:
kebersihan, ketertiban,
dan orientasi kepada Yang Maha Esa.
Sebagai khatib,
ia menautkan teks dan konteks,
membawa nilai transenden
ke ruang sosial pedesaan
tanpa kehilangan keteduhan.
K. Masduki bin Yunus
tidak meninggalkan karya tertulis,
namun mewariskan sistem nilai
yang hidup dalam murid-muridnya.
Dalam sejarah lokal pendidikan Islam,
ia adalah contoh
bahwa keberlanjutan tradisi
sering dijaga oleh mereka
yang bekerja dalam diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar