Jiwa yang Kembali dengan Tenang
Ia kembali tanpa gelisah,
tanpa beban yang tertinggal.
Jiwanya melangkah pelan,
menuju panggilan yang Maha Pengasih.
Tak ada teriakan dunia,
tak ada penyesalan yang riuh.
Hanya ketenangan
dari hidup yang dijalani dengan ikhlas.
Yang ia tinggalkan adalah jejak kebaikan,
doa-doa yang masih hidup,
ilmu yang terus diamalkan,
dan nama yang disebut dalam sujud.
Jiwanya pulang dengan tenang,
karena ia telah berdamai dengan takdir.
Ia telah menyerahkan segalanya,
dan Allah menerimanya dengan rahmat.
Kini ia berada dalam pelukan kasih-Nya,
di tempat yang dijanjikan bagi hamba yang sabar.
Kami mengiringinya dengan doa,
dan keyakinan
bahwa pulangnya adalah kemenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar