Jejak Sunyi di Dukuh Ploso Desa Rejosari
Di Ploso yang teduh,
lahir jejak langkah tanpa gemuruh,
K. Masduki bin Yunus menanam ilmu
bukan di mimbar tinggi,
melainkan di hati anak-anak desa.
Dengan suara lembut dan sabar yang panjang,
ia rangkai tauhid dalam bait sederhana,
agar mudah diingat,
agar iman tumbuh sejak kanak-kanak,
sejernih niatnya mengabdi.
Tak banyak kata tentang dirinya,
namanya hidup dalam bacaan Al-Qur’an,
dalam saf Jumat yang tertib,
dalam adab murid yang menunduk hormat
kepada guru yang ikhlas.
Ia mengajar tanpa pamrih,
mengabdi tanpa meminta dikenang,
namun waktu justru mencatatnya pelan-pelan
sebagai cahaya kecil
yang tak pernah padam di Ploso.
Di tanah desa ia menua,
di doa murid-muridnya ia hidup selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar