Tradisi Tahunan Peringatan Ulama Sepuh di Bulan Sya’ban
Demak, Jawa Tengah – Setiap tanggal 20 Sya’ban, masyarakat Ploso, Rejosari, Karangawen, Demak, dengan penuh khidmat melaksanakan Haul Simbah K. Muh. Salim bin K. Abdul Aziz & Nyai Asmirah Binti Muhammad Rois Paras dan Haul Umum, seorang ulama sepuh yang dikenal sebagai sosok panutan dalam dakwah Islam dan pembinaan masyarakat.
Acara Haul tahun 2026 ini jatuh pada Hari Ahad Legi tanggal 08 Februari 2026 M/20 Sya'ban 1447 H. Haul ini menjadi momentum penting bagi warga Ploso dan Sekitarnya untuk mengenang jasa dan keteladanan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. warga yang merantau di berbagai daerah di momentum Haul menyempatkan Pulang/mudik untuk Hurmat Haul. " Semoga Kita Semua di beri kesehatan dan kesempatan untuk Hurmat Haul Pada tahun ini (2026)". di perkirakan tahun ini akan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.
Rangkaian Acara
- Pembacaan Alqur'an bil Hifdzi 30 Joz dari tanggal 19 Sya'ban
- dilanjut Arwah Jama'
- Pembacaan tahlil dan doa bersama untuk almarhum Simbah K. Muh. Salim bin K. Abdul Aziz dan Nyai Asmirah Binti KH. Muhammad Rois Paras beserta Tokoh ulama dan Masyarakat yang sudah meninggal.
- Pengajian umum yang menghadirkan para kiai dan ustadz dari berbagai daerah.
- Shalawat dan dzikir bersama, sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan beliau.
- Jamuan sederhana yang disiapkan oleh masyarakat sebagai simbol kebersamaan.
Makna Haul Secara Umum
Haul ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana untuk:
- Meneladani akhlak dan perjuangan ulama terdahulu.
- Menguatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
- Menjaga warisan spiritual dan budaya Islam di Demak, yang dikenal sebagai pusat dakwah Wali Songo.
Antusiasme Masyarakat
Warga dari berbagai daerah Seperti Grobogan, Demak, Kota Semarang, Kendal, Salatiga, Kudus, Sampai Jakarta dan sekitarnya (Rijalul Ghoib Was Syahadah) turut hadir untuk turut Hurmat pada haul tersebut sehingga menjadikan acara ini semakin ramai dan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkokoh rasa persaudaraan. Kehadiran generasi muda juga diharapkan mampu melanjutkan semangat perjuangan Simbah K. Muh. Salim bin K. Abdul Aziz dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal.
Oleh. Azis Alfalasy dari Semarang, Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar