Sanad Dalā’il al-Khayrāt adalah rantai transmisi (ijazah) dari Imam Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli—penyusun kitab ini—yang diteruskan oleh para ulama sufi hingga sampai ke Nusantara. Keistimewaannya, sanad ini menjaga otentisitas bacaan shalawat, memastikan keterhubungan spiritual antara pembaca dengan penulis dan Rasulullah ﷺ.
🕌 Asal-usul Sanad Dalā’il al-Khayrāt
- Pengarang: Imam Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H/1465 M), seorang sufi besar dari Maroko.
- Kitab: Dalā’il al-Khayrāt wa Shawāriqu al-Anwār fī Dhikr al-Shalāt ‘ala al-Nabiyy al-Mukhtār, berisi kumpulan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- Sanad awal: Imam al-Jazuli menerima inspirasi shalawat ini dari pengalaman spiritual dan tradisi sufi Syadziliyah.
🌟 Rantai Sanad Utama
Sanad Dalā’il al-Khayrāt biasanya disebut dalam tawasul sebelum membaca kitab. Rantai sanad yang umum di pesantren Nusantara adalah:
- Imam al-Jazuli – Penulis kitab Dalā’il al-Khayrāt.
- Syekh Abdul Qadir al-Jailani – Wali besar Baghdad, sering disebut dalam tawasul bersama Imam al-Jazuli.
- Para imam mazhab empat – Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi‘i, Imam Ahmad bin Hanbal.
- Ulama Haramain – Sanad diteruskan melalui ulama Makkah dan Madinah.
- Ulama Nusantara – Dibawa oleh ulama Jawa seperti KH. Sholeh Darat (Semarang), KH. Yasin Jekulo Kudus, KH. Ahmad Basyir Kudus, dan lainnya.
📖 Contoh Tawasul Sanad Dalā’il al-Khayrāt
Dalam tradisi pesantren, sebelum membaca Dalā’il, biasanya dibacakan tawasul:
- Kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya.
- Kepada Imam al-Jazuli (pengarang kitab).
- Kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
- Kepada para imam mazhab.
- Kepada guru-guru yang memberi ijazah bacaan Dalā’il.
Hal ini menegaskan bahwa bacaan shalawat bukan sekadar teks, tetapi amalan yang bersanad.
🌟 Keistimewaan Sanad Dalā’il al-Khayrāt
- Menjaga otentisitas: Membaca Dalā’il dengan ijazah memastikan keterhubungan dengan Imam al-Jazuli.
- Keberkahan sanad: Sanad menghubungkan pembaca dengan para ulama dan Rasulullah ﷺ.
- Tradisi pesantren: Di Jawa, ijazah Dalā’il menjadi salah satu amalan utama yang diwariskan dari kiai ke santri.
- Kekuatan spiritual: Diyakini membawa ketenangan, perlindungan, dan keberkahan hidup.
📊 Ringkasan
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Pengarang | Imam al-Jazuli (Maroko, w. 1465 M) |
| Rantai sanad | Nabi Muhammad ﷺ → Imam al-Jazuli → Syekh Abdul Qadir Jailani → Imam Mazhab → Ulama Haramain → Ulama Nusantara |
| Tradisi Nusantara | Diteruskan oleh KH. Sholeh Darat, KH. Yasin Jekulo, KH. Ahmad Basyir Kudus |
| Keistimewaan | Menjaga otentisitas, membawa keberkahan, memperkuat cinta Rasulullah ﷺ |
🎯 Kesimpulan
Sanad Dalā’il al-Khayrāt adalah rantai ijazah yang menghubungkan pembaca dengan Imam al-Jazuli dan Rasulullah ﷺ. Keistimewaannya terletak pada keberkahan sanad, otentisitas bacaan, dan tradisi pesantren Nusantara yang menjadikannya amalan utama dalam haul, pengajian, dan tirakat.
Sources: NU Online – Wirid Dalā’il al-Khayrāt; IMMIM Pangkep – Sanad Dalā’il al-Khayrāt di Nusantara; Dalailalkhayrat.com – Introduction & Benefits
Tidak ada komentar:
Posting Komentar