“Raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anhu, dzālika liman khasyia rabbah.”
Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS. Al-Bayyinah: 8)
Kalimat mulia ini adalah puncak harapan setiap mukmin: hidup dalam ridha Allah dan kembali kepada-Nya dalam keadaan diridhai. Ridha Allah bukan hanya tentang amal lahiriah, tetapi tentang hati yang tunduk, niat yang lurus, dan istiqamah dalam kebaikan. Orang yang benar-benar takut kepada Allah akan menjaga lisan, perbuatan, dan amanah hidupnya.
Para leluhur dan pendahulu kita telah menanamkan teladan bahwa hidup bukan sekadar untuk dunia, tetapi untuk menjemput ridha Allah. Mereka berjalan dengan kesederhanaan, menguatkan ibadah, dan menjaga akhlak. Dari merekalah mengalir doa-doa kebaikan yang menjadi penerang generasi setelahnya.
K. Masuki bin Yunus dikenang sebagai sosok yang menanamkan nilai agama, ketekunan ibadah, dan ketulusan dalam membimbing keluarga serta masyarakat. Jejak kebaikannya menjadi amal jariyah yang terus hidup, mengalirkan pahala selama ilmunya diamalkan.
Mbah Yunus bin Wasimin adalah bagian dari mata rantai orang-orang saleh yang menjaga tradisi iman di tengah masyarakat. Kesederhanaan dan kedekatannya dengan nilai-nilai agama menjadi teladan bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan pada harta, tetapi pada takwa.
M. Lutfil Khakim bin Masduki dan Abdul Khalim bin Masduki menjadi penerus nilai-nilai kebaikan keluarga: menjaga shalat, menghormati guru, dan menghidupkan tradisi doa. Semoga setiap langkah mereka menjadi jalan menuju ridha Allah dan keberkahan bagi keturunannya.
Mbah Yasir Kudu dan Mbah Muhiyak Kudu termasuk dalam barisan orang-orang yang menjaga akar keimanan di lingkungan Kudu. Dari doa, pengajian, dan nasihat merekalah tumbuh generasi yang mengenal Allah, mencintai Rasul-Nya, dan menghormati ulama.
Para leluhur, para pendahulu, dan para pejuang agama serta negara telah berkorban jiwa dan raga. Mereka menjaga tanah air sekaligus menjaga akidah umat. Perjuangan mereka adalah wujud khasyah (takut kepada Allah) yang nyata dalam amal.
Lebih tinggi lagi, para Nabi, para syuhada, orang-orang sholih, dan para ulama adalah teladan utama. Hidup mereka dipenuhi pengorbanan, dakwah, dan kesabaran. Mereka mengajarkan bahwa ridha Allah diraih dengan iman, ilmu, dan akhlak.
Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada semua nama yang disebut, kepada para leluhur kita, dan kepada seluruh kaum mukminin. Semoga kubur mereka dilapangkan, diterangi, dan dijadikan taman dari taman surga.
Ya Allah, jadikan kami penerus kebaikan mereka. Anugerahkan kepada kami hati yang takut kepada-Mu, lisan yang gemar berdzikir, dan amal yang Engkau ridhai. Kumpulkan kami bersama para Nabi, syuhada, sholihin, dan ulama dalam ridha-Mu. Raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anhu — semoga Engkau ridha kepada mereka dan kepada kami semua. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar