Assalamu 'alaikum wr.wb

Assalamu alaikum Wr.Wb , Selamat Datang. Terima kasih telah Mengunjungi Blog ini, Semoga ada manfaatnya bagi diri pribadi dan pembaca, amien.

“Jika tindakan Anda memberi INSPIRASI bagi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih, dan MENJADI LEBIH, Anda adalah seorang LEADER”.

(John Quincy Adams)

Kepada pengunjung yang ingin “Meng-copas” atau Men-Share tulisan yang ada di blog ini dipersilahkan.
Selamat Menikmati dan Jangan Lupa Untuk meninggalkan jejak DI SINI Ya…

Minggu, 08 Februari 2026

Haul ke-56 K. Muhammad Salim Bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum

 







Haul ke-56 K. Muhammad Salim Bin K. Abdul Aziz dan Haul Umum Berlangsung Khidmat dan Meriah, Ribuan Jamaah Hadir

Demak — Haul ke-56 Almarhum Kiai Muhammad Salim bin Kiai Abdul Aziz dan Nyai Asmirah Binti K. Muhammad Rois Paras di makam Alfalasy (Ploso) Rejosari Karangawen Demak dan Haul Umum diselenggarakan dengan penuh khidmat dan keberkahan pada hari Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini kembali menyedot perhatian dan kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah. Mereka datang dengan satu tujuan: mengenang jasa dan keteladanan ulama sepuh yang semasa hidupnya dikenal sebagai sosok alim, sederhana, dan istiqamah dalam membimbing umat.

Acara di mulai Sejak Sabtu siang, 07/02/2026 Pembacaan Al Qur'an Bil Ghoib oleh K. Muntaha Wahid, AH di Masjid Baiturrohman, lokasi acara telah dipadati jamaah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan sholawat menggema, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati. Para jamaah dengan tertib mengikuti rangkaian acara demi acara. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan, sehingga seluruh rangkaian haul dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Acara haul tahun ini menghadirkan penceramah kondang Dr. KH. Fauzi Arkan, M.Ag, Pengasuh Pesantren Alfa Queen Salatiga sekaligus dosen UIN Salatiga. Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri bagi jamaah, mengingat keluasan ilmu dan gaya penyampaian beliau yang menyejukkan serta mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Laporan Kepanitiaan Transparan dan Tertib

Ketua panitia haul, Bapak Saefudin, dalam sambutannya menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan. Ia memaparkan kondisi keuangan kepanitiaan secara terbuka, baik pemasukan maupun pengeluaran, serta berbagai aspek teknis penyelenggaraan.

Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian acara dapat terlaksana tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, seluruh amanah yang dititipkan kepada panitia dapat kami jalankan sebaik mungkin. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik tenaga, pikiran, maupun materi,” ungkapnya.

Laporan tersebut disambut baik oleh para hadirin sebagai bentuk akuntabilitas dan kepercayaan kepada panitia. Transparansi ini diharapkan menjadi tradisi baik dalam setiap penyelenggaraan kegiatan keagamaan.

Pesan Sesepuh: Warisan Kebaikan Harus Lestari

Sesepuh agama Ploso, Bapak K. Moch. Sodiq Maksum, S.Ag., M.Pd, dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa penyelenggaraan haul tahun ini terasa lebih baik dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun baginya, kemeriahan bukanlah tujuan utama, melainkan keberlanjutan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama.

“Kegiatan haul seperti ini adalah warisan yang baik. Jangan sampai berhenti di generasi kita. Harus sampai kepada anak cucu kita. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi sarana menjaga sanad, menjaga tradisi keilmuan, dan menjaga ingatan kita kepada orang-orang shalih,” tuturnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan niat dalam menghadiri haul, agar keberkahan dapat dirasakan bersama.

Ucapan Terima Kasih dari Wakil Dzurriyah

Mewakili dzurriyah (keturunan) almarhum K. Muhammad Salim, Bapak M. Abdul Azis (Pengurus Lakpesdam NU Kota Semarang dan Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah Priode 2025-2029)  menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia, masyarakat, dan para donatur. Ia mengapresiasi segala bentuk bantuan yang diberikan, baik berupa tenaga, pikiran, dana, maupun dukungan lainnya.

“Semoga segala yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Kami dari keluarga besar Simbah Kiai Muhammad Salim memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Ucapan tersebut disambut haru oleh jamaah, mengingat haul bukan hanya milik keluarga, tetapi sudah menjadi milik masyarakat dan umat yang merasakan manfaat perjuangan almarhum semasa hidupnya.

Mengingat Kematian dan Meneladani Ulama

Dalam tausiyah intinya, KH. Fauzi Arkan menekankan bahwa haul memiliki makna mendalam dalam Islam. Salah satu hikmah terbesar adalah dzikrul maut — mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, manusia diharapkan lebih bijak dalam menjalani hidup, memperbaiki amal, dan memperbanyak kebaikan.

Beliau juga mengajak jamaah untuk meneladani ulama terdahulu, termasuk Kiai Muhammad Salim, dalam hal keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian kepada umat.

“Haul bukan hanya mengenang nama, tapi mengenang perjuangan dan akhlak beliau. Ulama seperti Kiai Muhammad Salim adalah pelita umat. Jika kita tidak bisa seperti beliau, minimal kita mencintai dan mengikuti jejak kebaikannya,” pesan KH. Fauzi Arkan.

Tausiyah tersebut membuat suasana semakin khusyuk. Banyak jamaah yang tampak terharu dan merenung.

Tradisi Spiritual yang Mempererat Umat

Haul Kiai Muhammad Salim telah menjadi agenda rutin yang bukan hanya bernilai spiritual, tetapi juga sosial. Ajang ini mempertemukan masyarakat lintas daerah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ikatan keagamaan.

Selain rangkaian doa dan pengajian, acara juga diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir bersama, serta doa untuk para ulama dan kaum muslimin. Nuansa kebersamaan sangat terasa, mencerminkan budaya gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap ulama.

Harapan ke Depan

Dengan suksesnya penyelenggaraan haul ke-56 tahun 2026 ini, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan lebih baik lagi. Haul bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Warisan ulama tidak berupa harta benda, melainkan ilmu, akhlak, dan teladan. Selama nilai-nilai tersebut terus dihidupkan, maka para ulama akan tetap hidup di hati umat.

Haul ke-56 Kiai Muhammad Salim bin Kiai Abdul Aziz pun menjadi bukti bahwa kecintaan umat kepada ulama tidak pernah pudar. Justru semakin kuat seiring waktu, diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut Penuturan K. Nur Muhammad (Semarang) K. Maskur Damanhuri ( Karang Pacing Rejosari) dan K. Masruron ( Tlogorejo Tegowanu) Kiai Muhammad Salim Meninggal Kamis, 2 Ramadhan 1391 H/21 Oktober 1971.

Ucapan Terima Kasih Pada Banser

Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap Banser Satkorpok Desa Rejosari Kecamatan Karangawen yang telah berperan aktif dalam membantu pengamanan dan kelancaran acara Haul ke-56 K. Muhammad Salim bin K. Abdul Aziz.

Dedikasi, kesiapsiagaan, serta keikhlasan sahabat-sahabat Banser dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan jamaah menjadi bagian penting dari suksesnya acara ini. Semoga segala khidmah dan pengabdian yang diberikan menjadi amal jariyah, dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, dan kemuliaan.

Semoga Banser senantiasa diberi kekuatan dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Jazakumullahu khairan katsiran.
Barakallahu fiikum.


Dok. M. Abdul Azis (Semarang Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar