Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba,
karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil.
Orang yang menghindari kesalahan, tidak akan tumbuh.
Nikmatilah setiap proses kehidupan.
Orang lain adalah cermin. Ada dua jenis : cermin baik dan buruk.
Cermin buruk, sebaik apapun diri kita, akan tetap memantulkan gambar
diri yang bengkok. Itulah mengapa anda perlu bergaul dengan lingkungan
yang baik.
Bagi pribadi yang tidak waspada dan tidak bersikap baik, dia bahkan
akan menipu dirinya sendiri di hadapan pribadi yang mulia dan jujur
kepadanya.
Segala yang kita lakukan tidak ada yang tidak beresiko. Tinggal
bagaimana kita menyikapinya. Ada beberapa panduan menyikapi resiko.
Inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk
menjadi lebih kuat. Bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan
hidup mu, tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua
pemberian besar – yang tidak mudah untuk didapat itu, yang akan
menjadikan mu penegak kehidupan yang berjaya.
Lebih mudah meneruskan apa adanya, walau pun tidak mudah hidup dalam
kesulitan. Maka jangan ganggu dia yang sulit berubah, walau pun itu
untuk kebaikannya sendiri. Biarkanlah dia mengutamakan yang mudah
sekarang, karena dia tidak keberatan dengan kesulitannya.
Tujuan hidup adalah sebuah ketetapan yang mendasari semua rencana dan kerja kita, dan yang menjadi penjaga arah perjalanan.
Kasih sayang itu sederhana. Tetapi, tidak sederhana perannya dalam
mencantikkan kehidupan kita. Marilah kita mengikhlaskanlah diri untuk
mengasihi pasangan kita sepenuhnya.
Jika kita sedang benar, jangan terlalu berani dan bila kita sedang
takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan kita.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu
tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah
sumber dari semua kekayaan.
Kita hanya dekat dengan mereka yang kita sukai. Dan seringkali kita
menghindari orang yang tidak tidak kita sukai, padahal dari dialah kita
akan mengenal sudut pikiran yang baru.
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.
Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.
** Mario Teguh .....
** Sumber Isdaryanto.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar